Kamis, 17 Juni 2010

CINTA YANG TAK PASTI

mungkin aku terlalu bodoh untuk mengerti
mungkin aku tak sengaja jg menyakiti
andai aku tau isi hatimu
andai kesempatan itu datang lagi padaku

sekarang mustahil bagiku
bahkan menyentuh bayangmu, aku tak mampu
sekarang aku terpuruk dalam jurang sesalku
dan cinta ni jadi sesak dalam dadaku
aku tau cinta ini sudah tak laku

tapi biarkan cinta ini aku miliki
biarkan cinta ni menjadi bebanku
aku tak peduli
meski menghambat jalanku
aku tau mencintaimu adalah tak pasti

IBU

besar pengorbanan yg Engkau berikan
tak satu'pun langkah'mu yg tak berarti di hidupku
kau keluarkan semua tenaga'mu untuk melahirkan'ku
meski semua yg terbaik telah ku berikan pada'mu
itu semua tak akan bisa menggantikan semua

    secoret kata ini, kutuliskan
    betapa besar pengorbanan'mu untuk anak'mu
    kini aku bisa memahami,
    betapa berartinya diri'mu di dunia'ku

tak mampu aku membalas semua pengorbanan'mu
hanya menghormati dan memberi yg terbaik untuk'mu
meski tak besar,
aku terus berusaha untuk bisa membuat diri'mu tersenyum melihat anak'mu

IBU terimakasih, kasih dan pengorbanan'mu akan terus aku ingat.

ASA

Jika kenangan&jarak menjadikanmu
acuan tuk jalan bahagiamu
mungkin aku tak berarti bagimu..

Namamu mengukir luka
Di setiap rongga dada
Aku mengalah,karena cinta
Adalah sayap..terbanglah bersamanya
Harapku musnah lebur tak tesisa

Aku di sini
kan tetap sendiri..

MALAM YANG SUNYI

Di malam yang kian hening
Di tengah dingin yang menusuk kulit
Membuat hati tak bisa bergeming
Menghadapi cobaan yang kian membelit

Di tengah malam yang sunyi
Di kegelapan yang kian sepi
Ku ingin teteskan air mata
Menghadapi kesedihan yang terus menerpa

Tapi kupercaya
Dialah satu-satunya yang Maha Kuasa
Yang bisa menentramkan jiwa
Menenangkan hati yang berduka

Aku tak ragu
Dialah satu-satunya yang Maha Tahu
Selalu terjaga dan tak pernah tertidur
Melindungi hamba-hamba-Nya yang bersyukur

KENANGAN

Telah lama...
kita saling mengenal dan saling memahami,
saling mengasihi dan saling berbagi cerita,
berbagi rasa dan berbagi canda..

Namun..
kau jatuhkan hatimu padanya..

Tak tau kah kau,
bahwa akulah..
yang lebih perduli dan lebih mengasihimu?

Tapi,
ku kan coba terima semua ini..

pergilah kasih..
raih semua keinginanmu tuk berada di sisinya..
raih semua impianmu..
ku kan biarkan rasa ini berada dalam hatiku..

kan ku obati sakit ne sendiri,
tampa kau disisiku..

MAAFKAAN AKU

Kiranya benar takdir cinta kita
cuma setakat ini
maaf ku pohon darimu sayang
dari detik pertama perkenalan
hingga saat perpisahan
Maaf ku tak berdaya
menjadi seperti yang kamu inginkan
aku cuma aku
aku bukan insan sempurna
Maaf ku tak bisa
melupakan dirimu
wajahmu, bait tuturmu
segala yang ada padamu
akan sentiasa di kalbuku
Andai tiba saatnya
kamu temui pengantiku
akan ku titipkan doa
moga kamu bahagia disampingnya

ADAKAH KAU PERCAYA

Jika kau bertanya padaku,
adakah aku rindukan dirimu,
dan aku menjawab,
“aku rindu padamu….”
adakah kau percaya,
Dan jika kau bertanya lagi padaku,
adakah aku rindukan dirimu,
dan aku menjawab,
“lihatlah pantai itu…
tidak pernah ia menghilang,
tetap teguh dan setia pada ombak,
walau kadang rajuk dan hilang pasirnya,
kerna kasar dan ganasnya ombak,
tetap setia tidak kemana,
begitulah rinduku padamu”
adakah kau percaya,
Dan jika kau bertanyakan lagi padaku,
adakah aku rindukan dirimu,
dan aku menjawab,
“cOba tanya pada siang dan malam,
tidak pernah ia melupakan antaranya,
sentiasa merindu hingga akhir dunia,
rindu yang tak pernah jemu,
begitulah rinduku padamu”
adakah kau percaya.

Sabtu, 05 Juni 2010

LOVE U ALL

                                            
                                  AKU CINTA N SAYANG ALLAH S.W.T
                        AKU CINTA N SAYANG NABI MUHAMMAD S.A.W
                                  AKU SAYANG ORTU KU TERCINTA
                                  AKU SAYANG ADIK KU TERCINTA
                                       AKU SAYANG KELUARGA KU,,,,
                                AKU SAYANG MANTAN TERINDAH KU,,,
                                AKU SAYANG SAHABAT-SAHABAT KU,,,
                                            AKU SAYANG SEMUANYA
                                                          LOVE U ALL

SAHABAT

 
 
SAHABAT                         

Melalui secarik kertas ini ingin aku lukiskan lewat kata-kata arti dari 
sahabat. Sahabat tidak hanya sekedar teman biasa, bahkan terkadang sahabat 
lebih dekat dengan kita daripada sanak saudara. Kita selalu ingin sahabat ada 
disamping kita baik dalam kondisi suka maupun duka. Sahabat tempat berkeluh 
kesah tatkala ada masalah seperti lirik group Band Padi "Sobat sungguh aku tak 
mengerti mengapa ini terjadi…." Sahabat juga tempat berbagi canda dan tawa 
ketika gembira serta kita ingin untuk selalu diingat oleh mereka persis seperti 
kata Peterpan " ingatkah ku semua wahai sahabat…" dan tidak ketinggalan pula 
Nidji yang berkata "katakan pada dunia arti sahabat…". Bahkan ada yang sampai 
mengatakan makan ngga' makan asal kumpul… Mungkin ini sebagian orang memaknai 
arti dari seorang sahabat. Namun bagiku sahabat tidak hanya seperti itu, 
sahabat adalah orang yang mampu mengarahkan kita bagaimana kita menjalani 
kehidupan di dunia ini, dia selalu memberi nasehat kepada teman-temannya, ia 
juga mampu menjadi orang tua kedua bagi kita. Kalau hanya sekedar mencari 
Soulmate tempat kita berkeluh kesah, ngobrol kesana kemari yang tidak ada 
jeluntrungannya itu masih banyak kita temukan tapi yang harus kita cari yakni 
sahabat yang benar-benar mampu membuat kita lebih baik dalam menjalankan "misi 
di sebuah planet" ini yakni mencari Ridho Ilahi. 

Mereka satu sama lain saling mencintai, mengasihi, menyayangi karena Allah swt. 
Abu Dawud mengeluarkan hadist dengan para perawi yang terpercaya, dari Umar bin 
al-Khathab ra., ia berkata; Rasulullah bersabda " Sesungguhnya di antara 
hamba-hamba Allah ada sekelompok manusia. Mereka bukan para nabi dan juga bukan 
syuhada. Tapi para nabi dan syuhada tergiur oleh mereka di hari kiamat karena 
kedudukan mereka di sisi Allah swt. Para sahabat berkata, " wahai Rasulullah, 
beritahukanlah kepada kami siapa mereka itu?" Rasulullah bersabda," Mereka 
adalah suatu kaum yang saling mencintai dengan "ruh" Allah, padahal mereka 
tidak memiliki harta yang mereka kelola bersama-sama. Demi Allah wajah mereka 
adalah cahaya. Mereka ada di atas cahaya. Mereka tidak takut ketika manusia 
takut. Mereka tidak bersedih ketika manusia bersedih." Kemudian Rasulullah 
membacakan firman Allah," Ingatlah sesungguhnya para kekasih Allah itu tidak 
mempunyai rasa takut (oleh selain Allah) dan tidak bersedih.

Yang dimaksud ("ruh" Allah) adalah syariat nabi Muhammad. Maksudnya, perkara 
yang menjadi pengikat di antara mereka adalah ideologi (mabda') Islam, bukan 
yang lainnya. Mereka tidak diikat oleh ikatan yang lain, baik ikatan nasab, 
ikatan kekerabatan, ikatan kemaslahatan atau kemanfaatan duniawi.

Sungguh sahabat yang seperti inilah yang hendaknya kita cari meskipun dalam 
kondisi sekarang ini mereka sulit kita temukan, mereka bersama-sama dikala suka 
maupun duka dalam mendakwahkan Islam di muka bumi ini. Rasulullah bersabda      
" Islam muncul pertama kali dalam keadaan terasing dan akan kembali terasing 
sebagaimana mulainya, maka berbahagialah orang-orang yang terasing (al-ghuraba) 
tersebut. Para sahabat berkata," wahai Rasulullah, siapa al-ghuraba ini? 
Rasulullah saw. Bersabda," Mereka adalah orang – orang yang melakukan perbaikan 
ketika manusia sudah rusak." ( Hadist ini di riwayatkan oleh ath-thabrani dalam 
al-kabir). Sungguh mereka akan datang secara alami dan pasti baik dengan atau 
tanpa peran kita, para penolong agama Allah selalu saja ada, setiap kali ada 
yang hengkang Allah ganti dengan orang-orang yang lebih baik dan berkualitas, 
yang jelas berbagai prediksi semakin terbukti dan berbagai tanda semakin nyata 
Insya Allah mulut-mulut mereka yang pernah mengatakan itu hanya "mimpi kosong"  
suatu saat akan terasa kelu malu tanpa ada berkata.

Di dalam lubuk hati ini terasa begitu nyata lukisan yang terindah dalam melihat 
arti dari persahabatan dimana persahabatan yang paling indah adalah kebersamaan 
dalam memperjuangkan Islam sebagaimana Rosulullah dengan para sahabat, mereka 
rela mengorbankan apa saja demi cintanya pada Allah swt.

Karenanya, Sahabat sejati adalah orang yang selalu berkata benar kepada kita 
bukan orang yang selalu membenarkan ucapan kita. 


Menjadi Sahabat Sejati

Syaikh al-Ghazali menjelaskan lima hal yang harus dilakukan untuk mengikat 
persaudaraan, lima hal itu adalah:
1. Dalam hal harta, hendaklah, setidaknya, adalah seperti budakmu, maka 
urusannya menjadi bagian dari kepentinganmu. Pertengahannya adalah 
menjadikannya setingkat denganmu, karena, persaudaraan memunculkan persekutuan 
dan kesamaan. Yang paling tinggi adalah memuliakannya diatas dirimu. Maka 
engkau meninggalkan urusan dirimu untuk mengurus kepentingannya. Ini merupakan 
tingkatan yang paling tinggi. 
2. Membantu memenuhi kebutuhannya sebelum diminta. 
3. Tidak mendatangkan sesuatu yang tidak disukainya.
4. Berbicara dengan sesuatu yang disukainya berupa pujian tanpa keluar dari 
kebenaran.
5. Memenuhi janji dan keikhlasan.


Menemukan Sahabat Sejati

Selain batasan umum yang telah diberikan al-Qur'an dan Hadist di atas, tentu 
perlu pula kita cari penjelasan lebih rinci tentang sahabat sejati ini.
Tipe teman yang patut dijadikan sahabat :
1. Mau berbagi apa saja
Individu dari kategori ini ternyata sanggup menomorduakan krisis yang sedang 
dialaminya demi seorang sahabat. Tetapi kamu jangan mengambil kesempatan atas 
kebaikan dirinya.
Bagaimana ingin mengenal pasti individu ini?
• Dia tidak menipu dan mampu menyimpan rahasia walaupun perkara kecil.
• Dia sering menanyakan kabar tentang dirimu.
• Karier impiannya adalah sebagai seorang ahli psikologi.

2. Memahami
Kamu bisa menerima dan mendengar nasihat serta pandangan yang diberikan dengan 
hati terbuka. Nasihat yang diberikan juga amat meyakinkan kamu, individu ini 
wajar kamu dampingi sebagai sahabat sejati.
Bagaimana ingin mengenal pasti individu ini
• Dia bersedia dihubungi kapan saja... 24 jam sehari, 7 hari seminggu!
• Dia seorang teman yang keukeuh memegang janji. Dalam persahabatan, dia adalah 
sahabat yang setia.
• Dalam permasalahan kamu dia banyak membantu. Dia mampu mengenali apakah 
individu yang berhubungan denganmu itu, benar-benar ikhlas atau mungkin ingin 
memperalatmu.

3. Profesional 
Saat kamu mengalami permasalahan, dia akan datang menghampirimu dan berusaha 
memahami keadaanmu. Dia berusaha memberi nasihat dengan meletakkan dirimu dalam 
dirinya. Nasihat dan pandangannya itu pun tidak mempunyai unsur berat sebelah 
dan sekaligus tidak mengkambinghitamkan seseorang. Jelaslah bahwa dia sahabat 
yang profesional yang bisa kamu dampingi.
Bagaimana ingin mengenal pasti individu ini;
• Dia bijak menjaga emosimu setiap kali kamu berada dalam keadaan tegang
• Setiap kali kamu menyatakan pandangan dan usulan, dia mendengarnya dengan 
ikhlas dan hormat. Kamu boleh melihat kejujuran itu dari sinar matanya. 
• Dia tidak pernah memberi alasan sekiranya kamu ajak bertemu. Walaupun dia 
tahu bahwa dirinya akan menjadi tempat curahan masalahmu pada waktu itu!

4. Jujur
Setiap kali ada yang tidak pas dengan penampilan dan keadaanmu, dia akan 
menegurmu dengan bijak. Dia berkeinginan agar kamu kelihatan perfect setiap 
saat. Dari teguran dan komentar yang diberikan itu ternyata membangun kamu. 
Kamu boleh menerima tegurannya dengan hati yang terbuka.
Bagaimana ingin mengenal pasti individu ini:
• Dia adalah individu yang lurus. Walau bagaimanapun, keterus-terangannya itu 
tidak menyakitkan hatimu.
• Dia mau menjadi tulang belakangmu.
• Kamu sentiasa merasakan bahawa nasihatnya amat berharga.
Itu beberapa tips yang bisa diambil, Begitupula berlaku sebaliknya terhadap 
mereka yang patut dihindari.

Walhasil, Allah swt. telah memberikan rambu-rambunya dalam mencari sahabat. 
Setiap aktifitas yang kita lakukan, tentu punya tujuan, dan sebagai seorang 
muslim tujuan hidupnya tidak lain adalah untuk mencari ridha Allah swt., 
sehingga ketika mencari sahabat sejati pun demikian, tentu yang dicari adalah 
yang bisa saling mengajak kepada keridhaan Allah swt. semata, dan bukan 
mengajak kepada kemurkaan Allah swt. "Dan berpeganglah kamu semuanya kepada 
tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat 
Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah 
mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang 
yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah 
menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya 
kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk." (QS. Ali Imran [3]: 103)

Wallahu a'lamu bishawab.


Daftar Pustaka
1. Al Qur'an Digital ver. 2.0, http://www.alquran-digital.com
2. Al Baghdadi, Abdurrahman.1991. Emansipasi, Adakah dalam Islam. Gema Insani 
Press. Jakarta 
3. Al Ghazali, Muhammad. Mutiara Ihya Ulumuddin. Mizan. Jakarta
4. An Nawawi, Abu Zakariya 1992 . Riyadh as-Shalihin Jilid I. Pustaka Azzam. 
Jakarta
5. Khatib, Muhammad Khalil. 2001. Khutbah Khutbah Rasulullah. Darul Falah. 
Jakarta
6. Jurnal Al Wa'ie no. 32 Tahun III, 1-30 April 2003. Jakarta
7. Ariani dalam webblog-nya

Disampaikan dalam Kajian Fiqih Islam MT Al Marjan, Jum'at, 1 April 2005.
Pengasuh rubrik Hardware dalam Forum Darmaga Computer pada situs forumdc.x.am 
(tanpa www.).
Wali jamaknya auliyaa: berarti teman yang akrab, juga berarti pelindung atau 
penolong. 
Yaitu hari Kiamat, lihat dua ayat sebelumnya.
Syaikh Muhammad al-Ghazali dalam Kitab Ihya' `Ulumuddin, bab Adab Persaudaraan
Diambil dari situs www.kerangkraf.com.my, dengan beberapa perubahan agar sesuai 
dengan tema.


"Manusia  yang terbaik adalah yang paling banyak membaca, paling bertakwa, 
paling sering beramar ma'ruf nahi munkar, dan paling gemar menjalin hubungan 
silaturahmi." (Muhammad SAW).
 
 
artikel by: http://www.mail-archive.com/muslim_binus@yahoogroups.com/msg01068.html 

ALQURAN SAHABAT TERBAIK



AL-QURAN SAHABAT TERBAIK
Oleh: Masagus Fauzan Yayan
(Pengurus Yayasan Kiai Marogan)

Al-Qur’an surah al-Furqan ayat 27-30 di bawah ini menarik untuk kita renungkan bersama.                      

"Dan (Ingatlah) hari (ketika itu) orang zalim menggigit dua tangannya, seraya berkata: 'Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul'. Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si fulan itu teman akrab(ku). Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al-Qur'an ketika Al-Qur'an itu telah datang kepadaku. Dan adalah setan itu tidak mau menolong manusia. Berkata Rasul: 'Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al-Qur'an itu sesuatu yang tidak diacuh-kan."

Fenomena menarik yang digambarkan oleh ayat di atas adalah penyesalan orang-orang zalim karena mereka telah salah memilih sahabat. Sahabat yang mereka pilih ternyata sahabat yang tidak bertanggung jawab setelah mereka dipengaruhi agar berpaling dari Al-Qur'an. Ayat di atas juga mengindikasikan keterkaitan yang cukup kuat antara bagaimana memilih sahabat dan penunjukan Al-Qur'an sebagai sahabat sejati. Dan pada ayat yang ke-30 Nabi pun mengadu kepada Allah menyangkut sikap kaumnya yang acuh tak acuh terhadap Al-Qur’an.

Penggunaan kata ya.. pada kata ya rabbi (  يا رب wahai Tuhanku) pada ayat ini mengesankan betapa sedih, pilu dan luka hatinya Nabi saw, ketika melihat umatnya meninggalkan Al-Qur’an. Mereka tidak mengacuhkannya, tidak mengikuti tuntunannya, tidak mendengar ayat-ayat yang dibacakan, apalagi sampai bergetar.

Term khalil yang berarti sahabat, yang digunakan Allah pada ayat di atas secara eksplisit menunjukkan bahwa manusia sangat membutuhkan seorang sahabat. Kebutuhan sahabat tersebut dapat kita tunjukkan pada saat ini dengan aktifitas yang sengaja dilakukan untuk mendapatkan sahabat seperti meng-upload biodata ke media, chatting, dan sebagainya. Ketika kita mendengar kata “sahabat” maka di dalam benak kita akan tergambar seseorang yang sangat akrab dan selalu hadir di tengah-tengah kita baik dalam keadaan suka maupun duka.

Sebelum mencari sahabat manusia kita sebaiknya bersahabat terlebih dahulu dengan Al-Qur’an. Dikarenakan di dalam Al-Qur’an kita dapat menemukan panduan hidup yang benar, bagaimana memulai per-sahabatan yang positif dan kiat-kiat untuk mengenali sifat-sifat sahabat yang baik. Di dalam sebuah ayat diungkapkan bahwa, “Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa”. (QS. Az-Zukhruf: 67). Karena apabila kita jauh dari nilai-nilai Al-Qur’an, dan tidak menjadikannya sahabat kita maka hidup kita akan mudah diperdaya oleh rayuan dan bisikan setan untuk dijadikan sahabatnya. Hal ini sebagaimana telah dijelaskan di dalam firman Allah: “Barang siapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan yang Maha Pemurah (yaitu Al-Qur’an), kami adakan baginya setan (yang menyesatkan), maka setan itulah yang akan menjadi temannya” (QS. Az-Zukhruf [43]: 36)

Intinya dalam kehidupan kita hanya memiliki dua pilihan untuk dijadikan sahabat: Al-Qur’an atau setan. Apabila kita bersahabat dengan Al-Qur’an maka kita akan selamat di jalan Allah, sebaliknya bersahabat dengan setan kita akan merugi dan jatuh ke lembah kehancuran dan kesesatan. Agar kita terhindar dari persahabatan dengan setan, Al-Qur’an  telah memberikan tips yaitu sering-sering membaca ta’awwudz yaitu ungkapan, “A’ûdzubillâhi min asy-syaithân ar-rajîm” yang artinya: Aku memohon perlindungan kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk”, baik dengan suara nyaring maupun berbisik. (QS. An-Nahl: 98). Selain itu, alasan yang cukup kuat kenapa kita harus bersahabat dengan Al-Qur’an, kita sebagai seorang muslim pasti sepakat bahwa Al-Qur’an adalah mu’jizat khalidah (mu’jizat abadi). Keberadaannya diyakini, sebagaimana kata pepatah, “tak lekang oleh panas, tak lapuk oleh hujan. Ia akan senantiasa shālih fi al-zamān wa al-makān (selalu relevan di setiap waktu dan tempat).

Dengan demikian,  kita sangat beruntung bila dapat bersahabat dengan Al-Qur’an. Hanya saja, untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai sahabat karib, tentu saja kita harus memposisikan dan memperlakukannya seperti kita memperlakukan sahabat-sahabatnya. Yakni, menjadikannya sebagai teman curhat, mendengar nasehatnya, mengikuti petuahnya, dan ingin selalu dekat berada di sisinya, dalam hal ini dengan selalu membaca dan memahaminya. Sebab, dengan begitu, kita akan memperoleh kebahagiaan hakiki, dunia dan akhirat. Terlebih lagi, Al-Qur’an  sendiri memperkenalkan dirinya sebagai kitab petunjuk (hidāyah) yang berfungsi mengeluarkan manusia dari kegelapan-kegelapan (zulumāt) menuju cahaya (nūr). Atau dengan kata lain, Al-Qur’an merupakan pedoman hidup bagi umat Islam untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.Ternyata manfaat dari bersahabat dengan Al-Qur’an selain akan kita peroleh di dunia juga di akhirat nanti, karena membaca Al-Qur’an, meskipun belum mengerti artinya, akan dibalas setiap hurufnya dengan sepuluh kebajikan.

Sungguh pantas, kiranya setiap kaum muslim menja-dikan Al-Qur’an sebagai sahabat karibnya. Yaitu dengan berakhlak sebagaimana akhlak Al-Qur’an, menerapkan manajemen hidup yang Qurani, cara bergaul ala Al-Qur’an. Sebagai contoh uraian dan pembahasan di dalam Al-Qur’an tentang perlunya menjaga tali persaudaraan, tolong menolong, tidak boleh bercerai-berai; bermusuhan, berkelahi, bunuh-membunuh, caci-mencaci, ghibah. Maka hendaknya setiap orang berusaha untuk hidup rukun dan damai dengan orang lain.

Oleh karena itu mari kita mengakrabkan diri kita dengan Al-Qur’an, meskipun baru sebatas membaca (belum mempelajarinya). Jangan berpikir bahwa membaca saja tanpa pemahaman adalah tidak berguna. Kesan seperti itu adalah hasutan setan untuk mengelabui diri manusia karena surat dari Yang Terkasih amatlah indah meskipun si pencinta tak tahu maknanya.[]

artikel ini di ambil dari:http: //kiaimarogan.com/index.php?option=com_content&task=view&id=71&Itemid=33 

KETIKA SANG SAHABAT BERPALING

Sedih rasanya saat seorang sahabat,, yang bahkan udah aku anggap sebagai kakak.... melupakan persahabatan ini,, meninggalkan sebuah sahabat hanya karena sebuah ego,,,,
padahal hanya karena hal  sepele.. tega dia seperti itu ma aku... " suatu hari waktu aku ke kampus kuliah, dia gag dateng,, dia bilang dia sakit,, saat itu dia cuma bilang titip absen,, dan sms nya aku bales kek gini "ah boong lu sakit tipu-tipu aku gag mau absenin" aku kan suka bercanda, suka ngerjain temen,, harusnya dia  dah tau donk sifat dan sikap ku kayak apa,, kita sahabatan deket dah hampir 2 tahun.. dan aku juga ssering ngomong kek gt lo dia titip absen.. tapi koq dia masih tetep ja nganggep aku ngomong serius dan marah-marah.. ya udah lah ku cuekin dalam hatiku mungkin nanti juga baik lagi,, kek biasanya...
tapi dalam hari dan jam yang berbeda 2 jam dari sms pertamanya,, dia bilang "ni tolong donk beliin aku mie ayam" kebetulan saat itu aku dah perjalanan pulang.. aku jawab aku udah pulang..
dia pikir aku boong... dia bales,, marah.. dengan kata-kata yang membuat aku sangat sakit dan terluka oleh ucapannya.. tapi aku cuma diam dan bersabar..

beberapa hari kemudia kamera ku hilang,, kebetulan terakhir kita pake kamera itu rame-rame bertiga,, apa salah sih aku nanya ma dia,, prend... liat kamera ku gag?? apa mungkin kebawa ma kamu...???
 tau nggak jawabannya.. "emank aku maling" bisa bayangin gimana perasaan ku saat itu?? aku tanya baik-baik koq jawabnya kayak gt??? padahal bukan cuma dia yang aku tanyain temen ku yang satunya juga aku tanyain..
 aku nggak nyangka dia bakal kek gt ma aku,, nggak cuma itu ja,, dia juga tulis di status facebooknya... aku di tuduh maling cameranya orang??? astagfirullah haladzim.. aku jawab statusnya kek gt,,,, sakit banget hati ku.. aku ngga bilang M** kamu maling camera ku ya?? aku nggak bilang gt, aku cuma nanya baik-baik...
padahal sebelumnya kalau buku ku hilang atau bukunya dia hilang.. kita saling nanya kamu pinjem buku ku gag,, kamu bawa buku ku gag??? dan dulu gag kenapa-napa... kalau dia nanya juga aku jawab biasa ja...

tapi mungkin itu alasan dia, itu cara dia,, untuk membenci aku.... dia capek kali sahabatan ma aku,, yang selalu ngerepotin dia,, yang selalu minta-minta ma dia... yang selalu ngutang duitnya dia...
gpp... semua ini pasti ada hikmahnya.. aku ambil hikmahnya ja... meskipun beberapa kali ucapannya nyakitin hati ku.. aku berusaha untuk nggak benci dia,, ya meskipun sakit hati ku.. aku ngomong jujur aja,, aku nggak mau munafik...
 buat sahabat ku.. makasih ya semuanya...
mudah-mudahan lo kamu punya sahabt baru,, bisa lebihbaik dar aku.. ce ileh kek ngomong ma mantan pacar ja....
 tapi emank bener koq.... moga dia dapat sahabat yang lebih baik dari aku..
sahabat ku itu banyak banget tau tentang rahasia pribadi ku,,,,,saking bencinya dia ma aku... mungkin dia bisa ja cerita ma orang untuk hancurin aku.. aku siap koq dengan semuanya...
 sakit dan sedih banget sahabat terdekat yang bahkan udah aku anggap saudara berpaling dari aku.. tapi biarlah... ALLAH punya maksud lain dari semua ini..
 buat diri ku sendiri " MARNI harus sabar"