Sabtu, 22 Mei 2010

Harapan dan Mimpi














Kalau ku harus terus berharap
Ku merasa jiwaku ini sangat lelah
Hatiku sangat rapuh
Dan ku merasa berada di tepian tebing yang curam
Yg siap membuatku jatuh dan akhirnya..mati..
Tapi..
Aku harus terus berharap
Karena harapan adalah sebuah mimpi
Mimpi yg kan membawaku
Ke sebuah lembah yg indah
Mungkin..
Akan lebih indah dari sebuah mimpi
Dan harapanku yg mulai mati..

Rindu














Kurasakan hati ini sangat sakit
Sakit karena sebuah kerinduan
Kurasakan dada ini sangat sesak
Sesak oleh kerinduan yang menggebu
Rindu ini hanya untukmu seorang
Untukmu...untukmu...hanya untukmu
Rasa rindu ini tak bisa tertahan lagi sayang
Rindu ini menyesakkan dada

 Rinduku buat mama,bapak, n adikku yang jauh di sana

8 Pengertian Cinta Dalam Alquran

Menurut hadis Nabi, orang yang sedang jatuh cinta cenderung selalu
mengingat dan menyebut orang yang dicintainya (man ahabba syai'an
katsura dzikruhu), kata Nabi, orang juga bisa diperbudak oleh cintanya
(man ahabba syai'an fa huwa `abduhu). Kata Nabi juga, ciri dari cinta
sejati ada tiga : (1) lebih suka berbicara dengan yang dicintai
dibanding dengan yang lain, (2) lebih suka berkumpul dengan yang
dicintai dibanding dengan yang lain, dan (3) lebih suka mengikuti
kemauan yang dicintai dibanding kemauan orang lain/diri sendiri. Bagi
orang yang telah jatuh cinta kepada Alloh SWT, maka ia lebih suka
berbicara dengan Alloh Swt, dengan membaca firman Nya, lebih suka
bercengkerama dengan Alloh SWT dalam I`tikaf, dan lebih suka mengikuti
perintah Alloh SWT daripada perintah yang lain.

Dalam Qur'an cinta memiliki 8 pengertian berikut ini penjelasannya:

1. Cinta mawaddah adalah jenis cinta mengebu-gebu, membara dan
"nggemesi". Orang yang memiliki cinta jenis mawaddah, maunya selalu
berdua, enggan berpisah dan selalu ingin memuaskan dahaga cintanya. Ia
ingin memonopoli cintanya, dan hampir tak bisa berfikir lain.

2. Cinta rahmah adalah jenis cinta yang penuh kasih sayang, lembut,
siap berkorban, dan siap melindungi. Orang yang memiliki cinta jenis
rahmah ini lebih memperhatikan orang yang dicintainya dibanding
terhadap diri sendiri. Baginya yang penting adalah kebahagiaan sang
kekasih meski untuk itu ia harus menderita. Ia sangat memaklumi
kekurangan kekasihnya dan selalu memaafkan kesalahan kekasihnya.
Termasuk dalam cinta rahmah adalah cinta antar orang yang bertalian
darah, terutama cinta orang tua terhadap anaknya, dan sebaliknya. Dari
itu maka dalam al Qur'an , kerabat disebut al arham, dzawi al arham ,
yakni orang-orang yang memiliki hubungan kasih sayang secara fitri,
yang berasal dari garba kasih sayang ibu, disebut rahim (dari kata
rahmah). Sejak janin seorang anak sudah diliputi oleh suasana
psikologis kasih sayang dalam satu ruang yang disebut rahim.
Selanjutnya diantara orang-orang yang memiliki hubungan darah
dianjurkan untuk selalu ber silaturrahim, atau silaturrahmi artinya
menyambung tali kasih sayang. Suami isteri yang diikat oleh cinta
mawaddah dan rahmah sekaligus biasanya saling setia lahir batin-dunia
akhirat.

3. Cinta mail, adalah jenis cinta yang untuk sementara sangat membara,
sehingga menyedot seluruh perhatian hingga hal-hal lain cenderung
kurang diperhatikan. Cinta jenis mail ini dalam al Qur'an disebut
dalam konteks orang poligami dimana ketika sedang jatuh cinta kepada
yang muda (an tamilu kulla al mail), cenderung mengabaikan kepada yang
lama.

4. Cinta syaghaf. Adalah cinta yang sangat mendalam, alami, orisinil
dan memabukkan. Orang yang terserang cinta jenis syaghaf (qad
syaghafaha hubba) bisa seperti orang gila, lupa diri dan hampir-hampir
tak menyadari apa yang dilakukan. Al Qur'an menggunakan term syaghaf
ketika mengkisahkan bagaimana cintanya Zulaikha, istri pembesar Mesir
kepada bujangnya, Yusuf.

5. Cinta ra'fah, yaitu rasa kasih yang dalam hingga mengalahkan
norma-norma kebenaran, misalnya kasihan kepada anak sehingga tidak
tega membangunkannya untuk salat, membelanya meskipun salah. Al Qur'an
menyebut term ini ketika mengingatkan agar janganlah cinta ra`fah
menyebabkan orang tidak menegakkan hukum Allah, dalam hal ini kasus
hukuman bagi pezina (Q/24:2).

6. Cinta shobwah, yaitu cinta buta, cinta yang mendorong perilaku
penyimpang tanpa sanggup mengelak. Al Qur'an menyebut term ni ketika
mengkisahkan bagaimana Nabi Yusuf berdoa agar dipisahkan dengan
Zulaiha yang setiap hari menggodanya (mohon dimasukkan penjara saja),
sebab jika tidak, lama kelamaan Yusuf tergelincir juga dalam perbuatan
bodoh, wa illa tashrif `anni kaidahunna ashbu ilaihinna wa akun min al
jahilin (Q/12:33)

7. Cinta syauq (rindu). Term ini bukan dari al Qur'an tetapi dari
hadis yang menafsirkan al Qur'an. Dalam surat al `Ankabut ayat 5
dikatakan bahwa barangsiapa rindu berjumpa Allah pasti waktunya akan
tiba. Kalimat kerinduan ini kemudian diungkapkan dalam doa ma'tsur
dari hadis riwayat Ahmad; wa as'aluka ladzzata an nadzori ila wajhika
wa as syauqa ila liqa'ika, aku mohon dapat merasakan nikmatnya
memandang wajah Mu dan nikmatnya kerinduan untuk berjumpa dengan Mu.
Menurut Ibn al Qayyim al Jauzi dalam kitab Raudlat al Muhibbin wa
Nuzhat al Musytaqin, Syauq (rindu) adalah pengembaraan hati kepada
sang kekasih (safar al qalb ila al mahbub), dan kobaran cinta yang
apinya berada di dalam hati sang pecinta, hurqat al mahabbah wa il
tihab naruha fi qalb al muhibbi

8. Cinta kulfah. yakni perasaan cinta yang disertai kesadaran mendidik
kepada hal-hal yang positip meski sulit, seperti orang tua yang
menyuruh anaknya menyapu, membersihkan kamar sendiri, meski ada
pembantu. Jenis cinta ini disebut al Qur'an ketika menyatakan bahwa
Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan kemampuannya, la
yukallifullah nafsan illa wus`aha (Q/2:286)

artikel ini di ambil dari: forum.dudung.net

Makna Tawakkal Dalam Alquran




Memperdalam ilmu Alquran itu jauh lebih mulia disisi Allah daripada tanpa merenungkan makna alquran, tanpa ingin mengambil pelajaran dibalik Alquran, orang yang tidak pernah merenungkan Alquran menurut Allah mereka adalah hatinya tertutup. Maksud mengkaji tidak hanya memahami saja tapi tidak pernah memperaktekan maka kelak di akhirat alquran itu menjadi saksi yang jelek dan melaknatnya.

Makna tawakal dalam Alquran ialah orang yang mengenal arti tawakal ia tidak akan pernah menyesal dengan keputusan Allah karena itu adalah yang terbaik kadang kita buruk sangka terhadap Allah dan mengira apa yang kita inginkan itu adalah yang terbaik untuk kita sedangkan itu adalah yang tidak benar? Banyak ayat Alquran yang memerintahkan manusia bertawakal dan harus bersandar hanya kepada Allah, orang tawakal kepada Allah ia hanya pasrahkan diri kepada Allah dalam segala hal dan menampakan hina dihadapan Allah kalau dia tidak punya kekuatan apa-apa dan ketidakmampuan apa-apa dihadapan Allah dari segala sesuatu yang ingin ia peroleh.

Orang yang dekat dengan Allah mereka mengartikan; percaya hanya kepada Allah percaya penyelesaian hanya kepada Allah dan berputus asa terhadap apa yang dimiliki manusia mereka hanya bersandar pada Sang kholiq, puncak arti tawakal ialah ketika manusia mampu meyakini bahwa yang mampu memberikan manfaat hanya Allah, artinya selain Allah tidak mampu memberikan manfaat dan tidak mampu mencegah sesuatu.

Tidak pernah mengharap dan takut kecuali hanya kepada Allah dan inilah tawakal yang sebenarnya ini menurut hadist jibril, Al Wakil (salah satu dari Asmaul khusna) Yang mencukupi semua kebutuhan makhluknya dan sebab itu Allah melarang orang memasrahkan diri selain kepada-Nya dan ini yang membuat kita mendapat bermacam-macam dari Allah salah satunya adalah kita akan menjadi;

1. Menjadi Habiballah = kekasih Allah, apa pernah kekasih menginggalnya kekasihnya seperti itulah Allah kepada kekasih tidak akan pernah meninggalkan kaum mukmin yang selalu bertawakal kepada-Nya.

2. Allah akan selesaikan semua urusannya, bukankan kita ingin mencapai titik kesempurnaan Allah telah berjanji akan menyelesaikan semua urusannya, dan tidak ada yang bisa mencegah ketentuan Allah, akan sampai pada apa yang kita harapkan tapi yang berpaling dari Allah maka mustahil akan selesai apa yang kita harapkan. Allah berfirman pada rosul untuk jihat sendiri cukup hanya Allah yang beliau SAW butuhkan dan akan menyelesaikan segala urusannya,

"Jikalau mereka sungguh-sungguh ridha dengan apa yang diberikan Allah dan Rasul-Nya kepada mereka, dan berkata. 'Cukuplah Allah bagi kami, Allah akan memberikan kepada kami sebahagian dari karunia-Nya dan demikian (pula) Rasul-Nya, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berharap kepada Allah', (tentulah yang demikian itu lebih baik bagi mereka)". (At-Taubah : 59).

dan ayat lain menyebutkan;

'Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung". (Ali Imran : 17)

Allah melarang kita hanya mengandalkan kekuatan kita sendiri usaha kita sendiri Allah memiliki para malaikat yang disuruh-Nya untuk mengatur urusan dimuka bumi ini segala wujud ini taat kepada Allah dan semua ketentuan ini bisa berubah kalau Allah yang sudah menentukan, seorang mukmin yang sebenarnya adalah ketika ia memasrahkan segala urusannya kepada Allah maka Allah akan memberikan kemerdekaan mutlak, kadang kita mengandalkan orang kaya kita anggap orang kaya itu mampu menyelesaikan urusan kita padahal ada masanya besok atau minggu depan bisa juga orang kaya itu menjadi orang yang paling miskin, pejabat juga bisa jadi mantan pejabat, kuat bisa sekali jadi lemah. Allah mengajarkan kita untuk jadi merdeka hanya dengan Allah dzat yang tak akan pernah mati, agar kita lepas sari belenggu-belenggu semua itu sekaligus Allah dzat yang rokhim yang mengasihi kepada hamba-Nya.

Inilah arti tawakal, tapi secara bersamaan harus disertai usaha bukan hanya menunggu dan meyakini kalau Allah mampu menyelesaikan segala urusannya, tawakal itu artinya juga berusaha semaksimal mungkin karena itu juga perintah Allah, Allah selalu ingin hamba-Nya mendapat keberhasilan melalui usahanya riwayat dalam AlQuran menceritakan ketika maryam detik-detik yang akan melahirkan isa as Allah menyusuh maryam ketika dalam keadaan lemah capek karena menyendiri sebab diasingkan oleh orang lain kemudiam Allah menyuruh maryam menggoyangkan pohon kurma agar yang kurma-kurma itu jatuh, apa Allah tidak mampu menjatuhkan kurma itu? Sungguh sangatlah mampu tapi semua itu artinya maryam disuruh untuk berusaha dahulu dan penyelesaiannya itu urusan Allah.

Allah menginginkan kita berusaha semaksimal mungkin tapi jangan mengandalkan apa yang telah kita lakukan tadi tanpa bertawakal kepada Allah, rosul mencontohkan tawakal kepada para shohabatnya adalah burung yang mana burung itu pergi keluar sarangnya pagi–pagi sekali dan pulang petang hari dengan keadaan kenyang bukan burung itu hanya berdiam disarang nunggu makanan datang sendiri.

Siapa yang ingin menjadi orang yang paling kuat ialah orang yang tawakal kepada Allah karena keyakinannya bahwa tiada sesuatu ketentuan kecuali hanya dari Allah. Imam ali ra. menjelaskan arti tawakal yang sebenarnya apabila kalau kami(kaum mukmin) memperoleh sesuatu maka dibagikan kepada yang lain dan kalau kita tidak mendapatkan yang diinginkan maka harus bersyukur mungkin yang kita inginkan itu adalah yang akan membuat kita melakukan perbuatan yang tidak terpuji melakukan dosa dll.

Orang yang bertawakal kepada Allah tingkatannya pun berbeda - beda ada tahapannya:

* Pertama = Allah itu dianggap seperti wakilnya artinya Orang yang bertawakal melakukan usaha sekali saja kemudian sudah, ia selesai dan selanjutnya ia menyerahkan sepenuhnya hanya kepada Allah ini tidak salah karena ia udah berusaha tapi belum maksimal, pengetahuan kita mengenai tawakal kepada Allah juga mempengaruhi naik turunnya derajad kita terhadap tawakal dihadapan Allah.

* Kedua = Tawakal yang seperti Bayi kepada Ibunya bayi itu mengandalkan ibunya karena satu – satunya yang dianggap menyelesaikan hanya ibunya, apabila ia jauh dari ibunya akan selalu memanggil nama ibunya ini maksudnya orang itu tidak melihat subab musabab yang dilihat adalah Allah.

* Ketiga = (Tingkatan para ambiya') bagaikan seorang mayit kepada orang yang memandikan karena tidak pernah memiliki dirinya kerena yang bisa menggerakkan hanya orang yang memandikannya. Mau digerakkan kekiri atau kekanan terserah yang memandikan sedangkan mayit itu hanya menerima saja dan ini sangatlah sulit dilakukan yang bisa melukan ini adalah para anbiya' Allah misalnya nabi ibrohim As ketiak beliau as dibakar api. Ia ditawari oleh malaikat yang mengurusi soal hujan untuk menyiram apinya tapi tidak mau, kemudian ditawari bantuan oleh malaikat yang menjaga angin agar api-api itu diterbangkan agar membakar istana orang-orang yang telah membakarnya itu tapi ditolaknya juga kemudian jibril menyeru agak ibrohim As berdoa kepada Allah tapi tidak dilakukan juga karena beliau as yakin Allahlah yang menentukan semuanya bahkan api-api itu terasa dingin kemudian nabi Ibrohin dengan itu mendapat pujian dari Allah dan mendapat kedudukan yang tinggi dan masih banyak lagi riwayat yang lainnya

Komentar imam ali mengenai tawakkal:

Beliau Imam Ali ra. Telah membaca kitab-kitab Allah dan mengambil inti sari dari kitab Allah yang telah diturunkan kepada para nabinya:

[] Taurat = intinya adalah diam maka selamat

[] Injil = intisarinya yang menerima segala ketentuan Allah akan puas dalam segala hal

[] Zabur = intisarinya Mencampakan sahwat maka akan selamat dari semua bencana

[] AlQur'an = intisarinya adalah siapa yang bertwakal kepada Allah, Allah akan menyelesaikan segala urusannya.



artikel ini diambil dari: www.websitestory.co.cc

Selasa, 18 Mei 2010

Taubat Menurut Al-Qur'an dan Kaitan Taubat dengan Istighfar

Banyak orang yang menafsiri taubat dengan tekad untuk tidak kembali mengulangi dosa, melepaskan diri darinya seketika itu pula dan menyesali apa yang telah dilakukannya di masa lampau. Jika dosa itu berkaitan dengan hak seseorang, maka dibutuhkan cara lain, yaitu membebaskan diri dari dosa itu.
Inilah yang mereka sebut dengan taubat, dan bahkan itulah syaratsyaratnya.Sementara taubat menurut penyampaian Allah dan Rasul-Nya, di samping meliputi hal-hal itu, juga meliputi tekad untuk melaksanakan apa yang diperintahkan dan mengikutinya. Jadi, taubat tidak sebatas membebaskan diri dari dosa, tekad dan menyesal, yang kemudian dia disebut orang yang bertaubat, sehingga dia mempunyai tekad yang bulat untuk mengerjakan apa yang diperintahkan dan mengikutinya. Inilah hakikat taubat, suatu istilah yang memadukan beberapa hal dari dua perkara ini. Tapi kalau istilah taubat ini disertakan dengan pelaksanaan apa yang diperintahkan, memang merupakan ungkapan seperti yang mereka sebutkan itu. Namun jika disendirikan, maka secara otomatis dia akan meliputi dua perkara ini. Seperti lafazh "Taqwa", yang jika disendirikan mengandung pengertian mengerjakan apa yang diperintahkan Allah dan meninggalkan apa yang dilarang-Nya. Jika disertakan kepada pelaksanaan apa yang diperintahkan, maka artinya bisa menahan diri dari apa yang dilarang.
Hakikat taubat adalah kembali kepada Allah dengan mengerjakan apa-apa yang dicintai-Nya dan meninggalkan apa-apa yang dibenci-Nya,atau kembali dari sesuatu yang dibenci kepada sesuatu yang dicintai. Kembali kepada apa yang dicintai merupakan bagian dari kelazimannya dan kembali dari apa yang dibenci merupakan bagian yang lain. Karena itu Allah mengaitkan keberuntungan yang mutlak dengan pelaksanaan apa yang diperintahkan dan meninggalkan apa yang dilarang. Firman-Nya,
"Dan, bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman, supaya kalian beruntung." (An-Nur: 31).
Setiap orang yang bertaubat adalah orang yang beruntung.Seseorang tak akan beruntung kecuali dengan mengerjakan apa yang diperin-tahkan dan meninggalkan apa yang dilarang. Firman-Nya,
"Dan, barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zhalim." (Al-Hujurat: 11).
Orang yang meninggalkan apa yang diperintahkan dan mengerjakan apa yang dilarang adalah orang zhalim. Untuk menghilangkan sebutan zhalim ini, hanya bisa dilakukan dengan taubat, yang menghimpun dua perkara sekaligus. Karena manusia itu ada dua macam: Orang yang bertaubat dan orang yang zhalim. Tidak ada yang lain. Orang-orang yang bertaubat adalah mereka yang disifati Allah,
"Yang beribadah, yang memuji (Allah), yang melawat, yang ruku', yang sujud, yang menyuruh berbuat ma'ruf dan mencegah berbuat mungkar dan yang memelihara hukum-hukum Allah." (At-Taubah: 112).
Memelihara hukum-hukum Allah merupakan bagian dari taubat. Jadi taubat merupakan kumpulan dari perkara-perkara ini. Seseorang disebut orang yang bertaubat, karena dia kembali kepada perintah Allah dari larangan-Nya, kembali kepada ketaatan dari kedurhakaan kepada-Nya. Jadi taubat merupakan hakikat Islam, dan semua unsur Islam masuk dalam istilah taubat. Karena itu orang yang bertaubat layak menjadi kekasih Allah, karena Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan juga orangorang yang mensucikan diri. Allah suka jika perintah-Nya dilaksanakan dan larangan-Nya ditinggalkan. Jika taubat juga disebut kembali dari apa yang dibenci Allah secara lahir dan batin kepada apa yang dicintai Allah secara lahir dan batin, berarti di dalamnya terkandung istilah Islam, iman dan ihsan.
Inilah yang menjadi tujuan setiap orang Mukmin, permulaan dan kesudahan hidupnya. Banyak orang yang tidak mengetahui porsi taubat dan hakikatnya, terlebih lagi pengamalannya berdasarkan ilmu dan kondisinya. Karena Allah memberikan kecintaan-Nya kepada orang-orang yang bertaubat, berarti mereka adalah orang-orang yang khusus di sisi-Nya.
Istighfar ada dua macam: Istighfar yang berdiri sendiri dan istighfar yang dikaitkan dengan taubat. Istighfar yang berdiri sendiri seperti perkatan Nuh Alaihis-Salam atau perkataan Shalih Alaihis-Salam kepada kaumnya, atau seperti firman Allah,
"Dan, mohonlah ampun kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Al-Baqarah: 199).
Istighfar yang dikaitkan dengan taubat, seperti firman Allah,
"Hendaklah kalian meminta ampun kepada Rabb kalian dan bertaubat kepada-Nya. (Jika kalian mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi keniktnatan yang baik (terus-menerus) kepada kalian sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberi kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) ke-utamaannya."(Hud: 3).
Istighfar yang berdiri sendiri seperti taubat, dan bahkan istighfar itu sendiri adalah taubat, yang berarti menghapus dosa, menghilangkan pengaruhnya dan mengenyahkan kejahatannya, tidak seperti yang dikira sebagian orang, bahwa artinya adalah menutupi aib. Toh Allah menutupi aib orang yang diberi-Nya ampunan atau yang tidak diberi-Nya ampunan. Penutupan aib hanya sekedar kelaziman dari maknanya atau sebagian di antaranya. Istighfar inilah yang mencegah turunnya adzab, sebagaimana firman-Nya,
"Dan, tidaklah Allah akan mengadzab mereka, sedang mereka meminta ampun." (Al-Anfal: 33).
Allah tidak akan mengadzab orang yang meminta ampunan. Sedangkan orang yang masih tetap berbuat dosa, namun dia juga meminta ampun kepada Allah, maka hal ini tidak bisa disebut istighfar yang murni. Karena itu, istighfarnya tidak mampu mencegah adzab. Istighfar mencakup taubat dan taubat mencakup istighfar, masing-masing masuk dalam pengertian yang lain. Jika keduanya disertakan, maka makna istighfar adalah menjaga dari kejahatan yang lampau, sedangkan makna taubat adalah kembali dan mencari penjagaan dari sesuatu yang ditakutinya di masa mendatang, berupa keburukan-keburukan amalnya. Ada dua macam dosa, yaitu dosa yang telah lampau dan dosa yang dikhawatirkan akan terjadi di masa mendatang. Istighfar dari dosa yang telah lampau berarti mencari perlindungan dari kejahatannya, dan taubat dari dosa yang dikhawatirkan akan terjadi berarti bertekad untuk tidak mengulanginya lagi.
Orang yang berdosa diibaratkan orang yang melewati suatu jalan, padahal jalan ini akan membawanya kepada kehancuran dan tidak menghantarkannya  ke tujuan. Maka dia diperintahkan untuk menghentikan langkah kakinya, meninggalkan jalan itu dan kembali ke jalan yang membawanya kepada keselamatan dan menghantarkannya ke tujuan. Dari sinilah bisa diketahui secara jelas masalah taubatan nashuhan dan hakikatnya, seperti firman Allah,
"Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Rabb kalian akan menghapus kesalahan-kesalahan kalian dan memasukkan kalian ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai." (At-Tahrim: 8).
An-Nashuh dalam taubat dan ibadah artinya membersihkannya dari kebohongan, kekurangan dan kerusakan serta mengerjakannya sesempurna mungkin. An-Nashuh kebalikan dari tipuan. Orang-orang salaf saling berbeda dalam mendefinisikannya. Umar bin Al-Khaththab dan Ubay bin Ka'b Radhiyallahu Anhuma berkata, "At-Taubatun-nashuh artinya taubat dari suatu dosa dan pelakunya tidak mengulanginya lagi, sebagaimana air susu yang tidak bisa kembali ke kantong kelenjarnya."
Al-Hasan Al-Bashry berkata, "Artinya, seorang hamba menyesali apa yang dilakukannya di masa lampau dan bertekad untuk tidak mengulanginya lagi."
Al-Kalby berkata, "Artinya, seorang hamba harus memohon ampun dengan lidahnya, menyesal dengan hatinya dan menahan diri dengan anggota tubuhnya."
Sa'id bin Al-Musayyab berkata, "Artinya, kalian harus jujur terhadap diri sendiri."
Muhammad bin Ka'b Al-Qarzhy berkata, "Artinya, seorang hamba harus menghimpun empat perkara: Istighfar dengan lidah, membebaskan diri dengan anggota badan, tekad untuk tidak mengulang lagi dengan hati dan menjauhi teman-teman yang masih melakukannya."
Menurut pendapat saya, at-taubatan-nashuh harus mencakup tiga perkara:
1. Mencakup segala macam dosa yang pernah dilakukan, sehingga tidak ada satu dosa pun melainkan sudah tercakup di dalamnya.
2. Membulatkan tekad dan kemantapan hati secara menyeluruh, sehingga tidak ada lagi keragu-raguan dan penangguhan. Kehendak dan tekadnya harus dibulatkan seketika itu pula.
3. Membebaskan taubat itu dari kekeruhan dan alasan-alasan tertentu yang bisa mengotori keikhlasannya, hati didorong untuk takut kepada Allah semata dan mengharap apa yang ada di sisi-Nya, tidak seperti orang yang bertaubat karena hendak menjaga kedudukan, pangkat dan harga dirinya, melindungi kekuasaan, kekuatan dan hartanya, agar dipuji orang dan tidak dicela.
Yang pertama berkaitan dengan dosa yang dimintakan taubat. Yang kedua berkaitan dengan hati orang yang bertaubat dan jiwanya. Yang ketiga berkaitan dengan diri orang yang bertaubat. Ada perbedaan antara menghapus kesalahan dan mengampuni dosa. Di dalam Kitab Allah hal ini disebutkan secara berurutan, dan ada pula yang disebutkan secara sendiri-sendiri. Yang disebutkan secara berurutan seperti firman Allah yang mengisahkan hamba-hamba-Nya yang Muk min,
"Wahai Rabb kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang berbakti." (Ali Imran: 193).
Yang disebutkan secara sendirian seperti firman-Nya,
"Dan, orang-orang yang beriman (kepada Allah) dan mengerjakan ama-lamal yang shalih serta beriman (pula) kepada apa yang diturunkan kepada Muhammad dan itulah yang hak dan Rabb mereka, Allah menghapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan memperbaiki keadaan mereka." (Muhammad: 2).
Firman Allah tentang maghfirah (ampunan),
"Dan, mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Rabb mereka." (Muhammad: 15).
Di sini disebutkan empat perkara: Dosa, kesalahan, ampunan dan penghapusan.Dosa maksudnya adalah dosa besar. Kesalahan maksudnya adalah dosa kecil, yang cukup hanya dengan dihapuskan. Sementara penghapusan ini tidak efektif untuk dosa besar, seperti menghapus dosa membunuh secara sengaja dan sumpah palsu. Inilah dalil bahwa maksud kesalahan di sini adalah dosa kecil dan penghapusannya,
"Jika kalian menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kalian mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahan kalian dan Kami masukkan kalian ke tempat yang mulia (surga)." (An-Nisa': 31).
Disebutkan di dalam Shahih Muslim, dari hadits Abu Hurairah RadhiyallahuAnhu, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,
"Shalat-shalat lima waktu, Jum'at ke Jum'at dan Ramadhan ke Ramadhan menghapus kesalahan-kesalahan di antara keduanya selagi dosa-dosa besar dijauhi."
Lafazh "maghfirah" (ampunan) lebih sempurna daripada lafazh "takfir"(penghapusan), karena itu maghfirah berlaku untuk dosa-dosa besar dan penghapusan berlaku untuk dosa-dosa kecil. Maghfirah mencakup pemeliharaan dan penjagaan, sedangkan takfir mencakup penutupan aib  dan pengenyahannya. Namun jika disebutkan secara sendirian, maka masing-masing bisa masuk ke dalam pengertian yang lain. Jadi takfir bisa mencakup dosa besar dan dosa kecil, bahkan bisa mencakup amal yang paling buruk sekalipun, seperti firman-Nya,
"Agar Allah menghapus (mengampuni) bagi mereka perbuatan yang paling buruk yang mereka kerjakan." (Az-Zumar: 35).
Orang-orang yang berdosa mempunyai tiga sungai besar yang bisa dipergunakan untuk membersihkan dosa-dosanya di dunia. Jika belum juga bersih, maka mereka akan dibersihkan di sungai neraka di hari kiamat. Tiga sungai itu ialah:
1. Sungai at-taubatun-nashuh.
2. Sungai kebaikan-kebaikan yang melimpah ruah dan menghanyutkan berbagai macam kesalahan di sekitarnya.
3. Sungai musibah dan cobaan yang menghapus semua dosa.Jika Allah menghendaki suatu kebaikan pada diri hamba-Nya, maka Dia memasukkannya ke dalam salah satu sungai ini, sehingga dia datang pada hari kiamat dalam keadaan bersih, sehingga dia tidak memerlukan cara pensucian yang keempat. 

artikel by: www.nuralmukmin.com

Berasabar Dalam menghadapi Takdir Allah Azza Wajalla

Syaikh Al Mushlih Muhammad At-Tamimi rahimahullah ta’ala membuat sebuah bab di dalam Kitab Tauhid beliau yang berjudul, “Bab Minal iman billah, ash-shabru ‘ala aqdarillah” (Bab: Bersabar dalam menghadapi takdir Allah termasuk cabang keimanan kepada Allah).
Syaikh Shalih bin Abdul ‘Aziz Alusy Syaikh hafizhahullah ta’ala mengatakan dalam penjelasannya tentang bab yang sangat berfaedah ini:
“Sabar tergolong perkara yang menempati kedudukan agung (di dalam agama). Ia termasuk salah satu bagian ibadah yang sangat mulia. Ia menempati relung-relung hati, gerak-gerik lisan dan tindakan anggota badan. Sedangkan hakikat penghambaan yang sejati tidak akan terealisasi tanpa kesabaran. Hal ini dikarenakan ibadah merupakan perintah syariat (untuk mengerjakan sesuatu), atau berupa larangan syariat (untuk tidak mengerjakan sesuatu), atau bisa juga berupa ujian dalam bentuk musibah yang ditimpakan Allah kepada seorang hamba supaya dia mau bersabar ketika menghadapinya.
Maka hakikat penghambaan adalah tunduk melaksanakan perintah syariat serta menjauhi larangan syariat dan bersabar menghadapi musibah-musibah. Musibah yang dijadikan sebagai batu ujian oleh Allah jalla wa ‘ala untuk menempa hamba-hambaNya. Dengan demikian ujian itu bisa melalui sarana ajaran agama dan melalui sarana keputusan takdir. Adapun ujian dengan ajaran agama sebagaimana tercermin dalam firman Allah jalla wa ‘ala kepada Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam di dalam sebuah hadits qudsi riwayat Muslim dari ‘Iyaadh bin Hamaar. Dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, ‘Allah ta’ala berfirman: Sesungguhnya Aku mengutusmu dalam rangka menguji dirimu. Dan Aku menguji (manusia) dengan dirimu.’ Maka hakikat pengutusan Nabi ‘alaihish shalaatu was salaam adalah menjadi ujian. Sedangkan adanya ujian jelas membutuhkan sikap sabar dalam menghadapinya. Ujian yang ada dengan diutusnya beliau sebagai rasul ialah dengan bentuk perintah dan larangan.
Untuk melaksanakan berbagai kewajiban tentu saja dibutuhkan bekal kesabaran. Untuk meninggalkan berbagai larangan dibutuhkan bekal kesabaran. Begitu pula saat menghadapi keputusan takdir kauni (yang menyakitkan) tentu juga diperlukan bekal kesabaran. Oleh sebab itulah sebagian ulama mengatakan, “Sesungguhnya sabar terbagi tiga; sabar dalam berbuat taat, sabar dalam menahan diri dari maksiat dan sabar tatkala menerima takdir Allah yang terasa menyakitkan.”
Karena amat sedikitnya dijumpai orang yang sanggup bersabar tatkala tertimpa musibah maka Syaikh pun membuat sebuah bab tersendiri, semoga Allah merahmati beliau. Hal itu beliau lakukan dalam rangka menjelaskan bahwasanya sabar termasuk bagian dari kesempurnaan tauhid. Sabar termasuk kewajiban yang harus ditunaikan oleh hamba, sehingga ia pun bersabar menanggung ketentuan takdir Allah. Ungkapan rasa marah dan tak mau sabar itulah yang banyak muncul dalam diri orang-orang tatkala mereka mendapatkan ujian berupa ditimpakannya musibah. Dengan alasan itulah beliau membuat bab ini, untuk menerangkan bahwa sabar adalah hal yang wajib dilakukan tatkala tertimpa takdir yang terasa menyakitkan. Dengan hal itu beliau juga ingin memberikan penegasan bahwa bersabar dalam rangka menjalankan ketaatan dan meninggalkan kemaksiatan hukumnya juga wajib.
Secara bahasa sabar artinya tertahan. Orang Arab mengatakan, “Qutila fulan shabran” (artinya si Fulan dibunuh dalam keadaan “shabr”) yaitu tatkala dia berada dalam tahanan atau sedang diikat lalu dibunuh, tanpa ada perlawanan atau peperangan. Dan demikianlah inti makna kesabaran yang dipakai dalam pengertian syar’i. Ia disebut sebagai sabar karena di dalamnya terkandung penahanan lisan untuk tidak berkeluh kesah, menahan hati untuk tidak merasa marah dan menahan anggota badan untuk tidak mengekspresikan kemarahan dalam bentuk menampar-nampar pipi, merobek-robek kain dan semacamnya. Maka menurut istilah syariat, sabar artinya: “Menahan lisan dari mengeluh, menahan hati dari marah dan menahan anggota badan dari menampakkan kemarahan dengan cara merobek-robek sesuatu dan tindakan lain semacamnya.”
Imam Ahmad rahimahullah berkata, “Di dalam Al Quran kata sabar disebutkan dalam 90 tempat lebih. Sabar adalah bagian iman, sebagaimana kedudukan kepala bagi jasad. Sebab orang yang tidak punya kesabaran dalam menjalankan ketaatan, tidak punya kesabaran untuk menjauhi maksiat serta tidak sabar tatkala tertimpa takdir yang menyakitkan maka dia kehilangan banyak sekali bagian keimanan.”
Perkataan beliau “Bab Minal imaan, ash shabru ‘ala aqdaarillah” artinya: Salah satu ciri karakteristik iman kepada Allah adalah bersabar tatkala menghadapi takdir-takdir Allah. Keimanan itu mempunyai cabang-cabang. Sebagaimana kekufuran juga bercabang-cabang. Maka dengan perkataan “Minal imaan ash shabru” beliau ingin memberikan penegasan bahwa sabar termasuk salah satu cabang keimanan. Beliau juga memberikan penegasan melalui sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Muslim yang menunjukkan bahwa niyaahah (meratapi mayat) itu juga termasuk salah satu cabang kekufuran. Sehingga setiap cabang kekafiran itu harus dihadapi dengan cabang keimanan. Meratapi mayat adalah sebuah cabang kekafiran maka dia harus dihadapi dengan sebuah cabang keimanan yaitu bersabar terhadap takdir Allah yang terasa menyakitkan.” (At Tamhiid, hal. 389-391).

 artikel ini di ambil dari: www.al-islam.agussuwasono.com

TENTANG WANITA DALAM ALQUR'AN

(karena wanita itu begitu istimewa^^)

Wanita sangat dimuliakan dalam Islam saudara-saudaraku. sebelum terbitnya Al Qur’an untuk Wanita ini, betapa banyak sudah buku-buku yang membedah habis mengenai wanita, karena memang wanita adalah makhluk yang unik dan istimewa. benar kan ? dalam Al-Qur’an saja dapat kita lihat betapa banyak hukum yang dikhususkan untuk wanita, hal ini bukan dikarenakan kaum wanita itu lemah dan banyak kekurangan. tetapi karena Allah sangat peduli dan sayang terhadap kita.
Berbagai pertanyaan yang seringkali muncul seperti, apakah ibadah kita bernilai setara dengan ibadah kaum laki-laki ? apakah kaum hawa dapat memperoleh kemuliaan setara dengan kaum adam ? padahal ada beberapa hal yang menghalangi kaum wanita untuk beribadah (sholat, puasa, dll). pertanyaan-pertanyaan seperti itulah yang kemudian membawa kita kepada keraguan dalam beribadah. dan Allah telah telah menjawab pertanyaan itu dalam Al-Qur’an, begitupun Allah juga telah menunjukkan kecintaannya pada wanita dan selalu mengutamakan wanita. Mengapa wanita begitu istimewa ?? Let’s check this out …
.: Q.S.  Al A’raaf : 26
Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.
.: Q.S.  An Nuur : 31
Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.
.: Q.S. An Nuur : 60
Dan perempuan-perempuan tua yang telah terhenti (dari haid dan mengandung) yang tiada ingin kawin (lagi), tiadalah atas mereka dosa menanggalkan pakaian mereka dengan tidak (bermaksud) menampakkan perhiasan, dan berlaku sopan adalah lebih baik bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

.: Q.S. Al Ahzab : 53

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah-rumah Nabi kecuali bila kamu diizinkan untuk makan dengan tidak menunggu-nunggu waktu masak (makanannya), tetapi jika kamu diundang maka masuklah dan bila kamu selesai makan, keluarlah kamu tanpa asyik memperpanjang percakapan. Sesungguhnya yang demikian itu akan mengganggu Nabi lalu Nabi malu kepadamu (untuk menyuruh kamu ke luar), dan Allah tidak malu (menerangkan) yang benar. Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka. Dan tidak boleh kamu menyakiti (hati) Rasulullah dan tidak (pula) mengawini istri-istrinya selama-lamanya sesudah ia wafat. Sesungguhnya perbuatan itu adalah amat besar (dosanya) di sisi Allah.
.: Q.S. Al Ahzab : 55
Tidak ada dosa atas istri-istri Nabi (untuk berjumpa tanpa tabir) dengan bapak-bapak mereka, anak-anak laki-laki mereka, saudara laki-laki mereka, anak laki-laki dari saudara laki-laki mereka, anak laki-laki dari saudara mereka yang perempuan, perempuan-perempuan yang beriman dan hamba sahaya yang mereka miliki, dan bertakwalah kamu (hai istri-istri Nabi) kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu.
.: Q.S.  Al Ahzab : 59
Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang…. Maha benar ALLAH dengan segala firman-NYA.
adapun Rasulullah SAW, manusia termulia dan terbaik sepanjang masa pun mengakui dan sangat memuliakan wanita. ini buktinya :
Dari Abdullah bin ‘Amr radhiallahu ‘anhuma bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihiwassalam bersabda:
ayat1.jpg
Dunia ini adalah perhiasan/kesenangan dan sebaik-baik perhiasan/kesenangan dunia adalah wanita yang shalihah.” (HR. Muslim,Nasa’i, Ibnu Majah dan Ahmad)
Dalam lafazh lain:
Sesungguhnya dunia ini adalah perhiasan dan tidak ada di antara perhiasan dunia yang lebih baik daripada wanita yang sholihah.” (HR. Ibnu Majah)
Dalam lafazh lain:
Sesungguhnya dunia ini seluruhnya adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang sholihah.” (HR. Ahmad)
Wanita dan Keindahan
Sudah menjadi sunnatullah bagi anak Adam diberikan kepada mereka berbagai kenikmatan yang mereka cintai dan dijadikan indah pandangan mereka dengannya di dunia ini sebagaimana dalam firman Alloh:
ayat2.jpg
Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu:wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak, dan sawah lading. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Alloh-lah tempat kembali yang baik (surga).” (QS. Ali Imran:14)
Ketika menyebutkan berbagai hal yang menjadikan kecintaan manusia dalam ayat ini Alloh mendahulukan wanita sebelum yang lain, hal ini memberikan isyarat bahwa wanita menjadi sumber terbesar kenikmatan, kesenangan dan perhiasan hidup di dunia ini. Tidak terkecuali bagi Rasulullah Shalallahu ‘alaihiwassalam sebagai sosok manusia terbaik dan termulia, wanita adalah sesuatu yang paling beliau cintai di antara kenikmatan dunia yang lain, dan ini merupakan fitroh beliau sebagai manusia biasa.
Dari Anas radhiallahu ‘anhu ia berkata: “Rasulullah Shalallahu ‘alaihiwassalam bersabda: ‘Aku diberikan rasa cinta dari dunia terhadap para wanita dan wewangian dan dijadikan penyejuk mataku ada di dalam shalat.”(HR. Ahmad, dan Nasa’i. Di shohihkan oleh Syaikh Al Albani)
Walhasil, Alloh telah menciptakan wanita sebagai perhiasan dan bahkan perhiasan terbesar dunia ini namun sekaligus ia juga merupakan fitnah terbesar di dunia ini yang pernah diciptakan Alloh bagi kaum laki-laki.
Wanita Sholihah
Alloh telah memberikan sebuah definisi wanita sholihah yang menjadi perhiasan dan kesenangan terbaik di dunia, sebagaimana dalam firman-Nya:
ayat3.jpg
“…Maka wanita yang sholih, ialah yang taat kepada Alloh lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Alloh telah memelihara (mereka)…” (QS. an-Nisa’:34)
Rasulullah Shalallahu ‘alaihiwassalam juga memberikan gambaran wanita sholihah terbaik sebagaimana dalam hadits:
Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu berkata: “Nabi Shalallahu ‘alaihiwassalam ditanya:’Siapakah wanita yang paling baik?’ Beliau menjawab:
ayat41.jpg
(Sebaik-baik wanita) adalah yang menyenangkan (suami)-nya jika ia melihatnya, mentaati (suami)-nya jika ia memerintahnya dan ia tidak menyelisihi (suami)-nya dalam hal yang dibenci suami pada dirinya dan harta suaminya.’” (HR. Ahmad, al Hakim, an Nasa’i dan ath Thobrani dan di Shohihkan oleh al Albani).
Beliau Shalallahu ‘alaihiwassalam juga berwasiat untuk memilih wanita yang memiliki dien (agama) yang baik sebagai ukuran keshohihan seorang wanita, bukan kecantikan, kedudukan atau hartanya.
Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu dari Nabi Shalallahu ‘alaihiwassalam beliau bersabda:
ayat51.jpg
Wanita dinikahi karena empat hal: karena hartanya, karena kedudukannya, kecantikannya dan karena dien (agama)-nya; maka pilihlah yang memiliki dien maka engkau akan beruntung.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Khotimah
Bagi laki-laki, hal ini merupakan wasiat agar mereka memilih wanita bukan sekedar karena kecantikan, kedudukan atau harta wanita semata. Karena hal itu bukanlah ukuran kebahagiaan yang hakiki di dunia ini. Namun hendaknya ia lebih mengutamakan sisi dien karena hal itulah yang akan memberikan hakikat kebahagiaan hidupnya di dunia ini dan di akhirat.
Adapun bagi para wanita, ini merupakan dorongan untuk menjadi perhiasan terbaik di dunia ini, wanita yang sholihah, wanita yang mendorong suami dan keluarganya untuk semakin beriman dan bertaqwa kepada Alloh, bukan wanita yang menjadi fitnah terbesar bagi kaum laki-laki yang menjadikan mereka semakin menjauh dari Alloh dan menyeret mereka ke jurang nereka Jahanam.
Sedangkan bagi para orang tua, ini tentunya sebuah pengingat bahwa ada amanah menunaikan kewajiban mendidik anak-anak mereka untuk menjadi anak-anak yang sholih dan sholihah guna menggapai kebahagiaan mereka di dunia dan akhirat.

di cuplik dari: aghita.wordpress.com

NB: aku sempat buka blog aghita.wordpress.com  ,,, di situ aku baca artikel ini,,,, bagus dan sangat menyentuh... aku copy di blog ku,,, tujuannya supaya temen-temen ku yang laen juga bisa baca....
nggak ada makasud lain...
makasih...

Kamis, 13 Mei 2010

marnie caem

Ne foto marnie waktu di kampus.... narsis banget yach... di kampus ja foto,, di kampus tu belajar....
hihihihi stres ni,,, protes ndiri coment ndiri,,,, gag papa dech daripada mrotes orang..
ya gag????
eh marnie manies ya???
tapi lo di kasih gula 1 ton,, heehehehe wekwekwekwekwekwek.....

soto daging














Bahan:
500 gr daging sandung lamur
1 liter air
2 batang daun prei ukuran sedang, iris kasar
2 tangkai seledri, simpul
6 butir telur ayam rebus
1 sdm beef stock powder
2 sdt garam /secukupnya
1 sdt gula pasir /secukupnya
Minyak sayur untuk menumis Bumbu halus:
4 cm jahe
3 cm kunyit
7 butir bawang merah, iris kasar & tumis
5 siung bawang putih, iris kasar & tumis
5 butir kemiri
Pelengkap:
Kecap asin
Kecap manis
Jeruk nipis, belah2
Krupuk udang
Taburan:
Bawang merah goreng
Seledri, iris halus
Sambal rebus:
2 buah cabe merah, iris kasar
Cabe rawit sesue slera
3 butir kemiri
Garam secukupnya
Cara Membuat :
1. Didihkan air, masukkan daging. Rebus sampe setengah matang, tiriskan daging.
2. Biarkan kaldu diatas api kecil. Potong-potong daging seukuran single bite, sisihkan.
3. Panasin minyak, tumis bumbu halus sampe wangi & matang. Masukin potongan daging, aduk rata.
4. Masukin tumisan ke dalam kaldu bersama telur rebus. Bumbui beef stock, garam, gula & seledri.
5. Masak sampe daging mulai empuk (kalo kuahnya kurang, tambahin air (panas).
6. Masukkan daun prei, tutup rapat sampe semuanya masak. Angkat dan sajikan.
7. Sambal: Rebus semua bahan kecuali garam. Tiriskan & haluskan bersama garam, beri air perebus cabe 2-3 sdm, aduk rata.
8. Penyajian: Tiriskan telur & belah dua. Letakkan beberapa potong daging di mangkuk kecil2, beri telur, siram dengan kuah. Taburi seledri & bawang goreng.
Sajikan dengan kecap manis, kecap asin, jeruk nipis & sambal yang ditempatkan terpisah, lengkapi dengan nasi hangat & krupuk udang.
9. Tips: Kalo mo lebih sedep, gantikan 200gr daging dengan 400gr tulang2 berdaging (misal: iga, buntut). Kalo ngga berpantang jerohan, ganti 300gr daging dengan jerohan sapi (usus, babat, paru, limpa). Rebus jerohan sampe setengah matang, buang airnya (mengurangi amis & kadar oksalat) lalu satukan bersama daging, olah sesuai resep.

soto mie



















Bahan :
6 buah tomat, dipotong-potong
8 lembar daun jeruk
3 lembar daun salam
4 buah kentang, kupas, belah 2, goreng hingga matang, potong-potong
2 batang serai, memarkan
½ kg mie kuning/mie basah, dikukus sebentar
¼ kol, iris tipis
1 kg daging sandung lamur (½ kg sandung lamur & ½ kg kulit sapi/kikil),
rebus sampai daging empuk, potong-potong. Saring kuah bekas
merebus daging sebanyak 1500 ml liter.
3 batang daun bawang, iris tipis
10 buah lumpia/risoles, siap pakai, potong-potong
3 sdm minyak goreng untuk menumis
Bumbu halus :
15 buah bawang merah
8 buah bawang putih
1 sdt merica bubuk
2 cm jahe
2 cm kunyit
5 buah cabai merah
garam secukupnya Cara membuat:
1. Tumis bumbu yang sudah dihaluskan sampai harum baunya, kemudian masukkan serai, daun jeruk dan daun salam. Aduk rata.
2. Masukkan tumisan bumbu ke dalam panci air sisa rebusan daging, lalu masukkan potongan daging dan masak sampai mendidih. Angkat. Sisihkan.
3. Cara penyajiannya : taruh dalam mangkuk mie, potongan tomat, potongan kentang, dan risoles. Siram dengan kuah beserta potongan daging.
4. Taburi dengan daun bawang iris. Santap selagi panas dengan perasan air jeruk nipis dan kecap manis.
5. Membuat lumpia/risoles sendiri :
Siapkan 10 -15 lembar kulit lumpia. Rebus 150 gr bihun hingga matang, angkat dan tiriskan.Tumis 1 siung bawang putih cincang, lalu masukkan bihun, tambahkan garam dan merica secukupnya, aduk rata. Angkat. Isikan setiap lembar kulit lumpia dengan 1 sdm bihun, lipat kemudian gulung, Rekatkan pinggirannya dengan putih telur. Goreng lumpia hingga matang dan berwarna kekuningan.

soto bangkong



















Bahan:
1 ekor ayam kampung
2 lt air
1 sdt garam
4 lembar daun jeruk sobek-sobek
3 cm lengkuas, memarkan
3 cm jahe, memarkan
3 sdm minyak
2 sdm kecap manis
1 sdt garam
2 btg daun bawang potong 2 cm
3 sdm bawang merah, goreng, remas-remas
2 sdm bawang putih, goreng, remas-remas
1 sdm seldri iris halus
100 gr soun, rendam air panas, tiriskan
100 gr tauge pendek, bersihkan Haluskan:
8 bh bawang merah
5 siung bawang putih
3 cm jahe
½ sdt lada
¼ sdt pala
Pelengkap:
Emping goreng
Sambal cabai rawit merah
2 bh jeruk nipis
Cara membuat:
1. Rebus ayam, air, salam, daun jeruk, lengkuas, jahe dan serai di atas
api sedang hingga mendidih dan ayam empuk. Angkat ayam, saring kaldunya dan suwir-suwir ayam, sisihkan.
2. Panaskan minyak, tumis bumbu halus hingga harum, tuang kaldu, kecap dan garam, didihkan.
3. Masukkan ayam suwir, daun bawang, bawang merah goreng, bawang putih goreng, tomat dan daun seldri, didihkan kembali.
4. Penyajian: atur soun, tauge, dalam mangkuk saji, tuangkan kuah ayam, sajikan dengan bahan pelengkap.
Untuk 6 orang

soto ayam



















Bahan:
Ayam 1 ekor direbus dengan air secukupnya
telur rebus 5 bh
Kentang rebus 2bh
Toge secukupnya
Keripik kentang
Bawang merah goreng secukupnya
Lengkuas 2 cm, memarkan
Sereh 1 btg, memarkan
garam, merica, gula
Jeruk nipis
Daun bawang, seledri iris halus Bumbu dihaluskan:
Bawang merah 3 bh
Bawang putih 5 siung
Jahe 1 cm
Kunyit 1 cm
Kemiri 5 bh
Cara memasak:
1. Ayam rebusan di suir-suir.
2. Masukkan bumbu halus, sereh, lengkuas, garam, gula, merica kedalam kaldu ayam sampai mendidih.
3. Sajikan di mangkok dengan menyusun telur, toge, kentang rebus, suiran ayam dan siram dengan kuah, taburi bawang merah goreng, daum bawang, seledri diatasnya dan tambahkan perasan jeruk nipis.
4. Soto ayam sangat sedap bila disajikan dengan sambalnya.
Sambal soto:
cabe rawit5 bh direbus, haluskan tambah sedikit garam dan tuangi sedikit air kaldu panas.

soto pekalongan




















Bahan :
750 gram daging sandung lamur
3 cm jahe, memarkan
3 batang serai, memarkan
3 lembar daun jeruk
3 sdm taoco manis
2 sdm kecap manis
1,5 liter air Haluskan :
6 cabai merah besar
8 bawang merah
6 siung bawang putih
2 sdt garam dan
1 sdt merica butiran
3 cm kunyit bakar
Pelengkap :
bawang goreng, irisan seledri, telur rebus dan emping goreng, air jeruk nipis.
Cara membuat :
Rebus daging dengan jahe, serai daun jeruk hingga lunak, angkat potong menurut selera, sisihkan. Panaskan sedikit minyak, tumis bumbu yang dihaluskan, potongan daging taoco dan kecap manis, aduk rata, masukkan kembali ke dalam kaldu dan masak sebentar, angkat. Siapkan mangkuk isi dengan soto lengkapi dengan irisan
telur rebus, bawang goreng, irisan seledri dan emping goreng. Hidangkan.

soto tangkar















Bahan:
1 kg jerohan sapi
2 lbr daun salam
2 btg sereh, ambil bagian putihnya, memarkan
2 liter santan cair Haluskan:
3 cm jahe
4 cm lengkuas
6 cm kunyit
5 bh kemiri
3 bh cabe merah
10 bh cabe rawit
1 sdt ketumbar
2 sdm merica
5 btr bawang merah
5 siung bawang putih
garam
Pelengkap:
1 sdt bawang goreng
1 sdt seledri, iris halus
2 sdt daun bawang, iris halus
1 bh jeruk limau, iris empat
100 gr emping goreng
kecap manis
Cara membuatnya:
Rebus daging dan jerohan dengan santan cair, sereh dan daun salam hingga setengah matang. Tambahkan bumbu yang dihaluskan, kecilkan apinya dan masak hingga jerohan empuk. Icipi rasanya. Angkat dan hidangkan dengan pelengkapnya.

soto padang



















Bahan:
1 lb daging sapi (beef round)
2 baking potato goreng, potong kecil2
1 bungkus soun, rendam air panas sebentar
daun seledri, iris halus
bawang goreng
kecap asin dan cuka secukupnya
2 lembar daun salam
garam dan lada secukupnya Bumbu yang dihaluskan:
1/2 medium onion
5 siung bawang putih
2 butir pala
sambal ulek sepedasnya
Cara membuat:
1. Potong daging setebal 1 inch.
2. Rebus daging dalam air secukupnya beserta daun salam dan garam sampai setengah matang.
3. Sementara panaskan 2 sendok makan minyak, tumis bumbu yang sudah dihaluskan sampai baunya harum. Masukkan tumisan ini kedalam panci daging dan masak terus sampai daging matang. Kalau airnya berkurang bisa ditambahkan air secukupnya.
4. Angkat daging kemudian goreng sampai kering (dengan api kecil).
Menghidangkannya:
1. Atur soun, kentang, daging goreng yang sudah dipotong tipis, seledri dan bawang goreng di dalam mangkuk.
2. Beri kecap asin dan cuka kemudian siram dengan kuah soto yang hangat.
3. Dimakan dgn nasi hangat yg ditaburi kerupuk merah dan bawang goreng.

soto kudus



















Bahan:
1 ekor ayam, belah dua
1500 ml air
3 siung bawang putih, iris halus
3 cm jahe, memarkan
2 btg serai, ambil bagian putihnya dan memarkan
3 sdm minyak goring Haluskan :
5 buah bawang merah
1 sdt ketumbar utuh
½ sdt merica utuh
2 cm kunyit
garam
Pelengkap:
3 sdm bawang goreng
50 gr taoge
1 btg seledri, iris halus
1 bh jeruk nipis, iris 4
3 sdm kecap manis
Cara membuatnya:
Tumis bawang putih hingga harum, masukkan bumbu halus, jahe, dan serai, aduk hingga masak. Masukkan ayam dan aduk terus hingga ayam berubah warna. Tuang air. Masak hingga ayam matang dengan api sedang. Angkat ayam dari panci dan goreng hingga kering. Cabik-cabik ayam dan atur di mangkok bersama pelengkap lainnya. Siram kuah di atasnya dan sajikan.

sop iga




















Bahan :
750 Gram Iga Sapi (pilih yang banyak tulang muda dan banyak dagingnya)
250 Gram Dading Sapi (aku lebih suka yang banyak uratnya)
4 Wortel (potong agak tebal, maksudnya agar tidak mudah hancur
Ketika bercampur dengan tulang-2 Iga)
4 Kentang ukuran sedang (potong agak tebal, maksudnya idem)
5 batang Daun Bawang, iris +/-1 cm
+/-2,5 liter air
4 butir Kapulaga
3 buah Peka
5 buah Cengkeh
1/4 Pala (dikeprek)
5 cm Kayu Manis
3 cm Jahe (dikeprek)
2 sdm Margarin (untuk menumis)
2 btr Maggie kaldu Blok
Garam secukupnya Bumbu halus :
8 buah Bawang merah
5 buah Bawang Putih
Bahan Pelengkap :
Krupuk Emping
Bawang Goreng
Irisan Daun Seledri
Air Jeruk Nipis
Sambal
Cara membuat :
1. Rebus tulang iga dengan api sedang +/-2.5 jam, buang buih yang mengapung di air, selalu tambahkan air ketika berkurang.
2. Masukkan kedalam rebusan Iga : daging sapi, garam, peka, kapulaga, cengkeh,
kayu manis, pala, jahe, Maggie kaldu blok, rebus sampai lebih kurang 1 jam (tekan daging dengan garpu untuk mengetahui sudah empuk apa belum).
3. Tumis bumbu halus sampai harum Masukan kentang, wortel, tumisan bumbu halus kedalam rebusan daging/Iga, masak sebentar hingga kentang & wortel matang.
4. Terakhir masukan daun bawang sebentar, lalu matikan kompor.
5. Hidangkan selagi hangat dengan taburan bawang goreng, seledri, emping, percikan air jeruk nipis dan sambal.
Cara lain (kalau punya banyak waktu) :
Rebus tulang iga 1 hari sebelumnya (jangan lupa, dipanaskan malam dan pagi besoknya)
Atau di rebus 3 hari sebelumnya, masing-masing 1 jam (jangan lupa panaskan selalu tiap hari)
Dengan 2 cara lain ini rasanya akan lebih enak, kaldu akan lebih ‘medok’ karena sumsum akan melunak dan larut dengan kaldu.

sop jagung

















Bahan:
wortel, kupas, potong2 kotak kecil bentuk kubus
* jagung, sisir
* ayam
* daun bawang+sledri
* kembang kol, potong per kuntum
* bawang putih
* merica
* garam
* gula pasir Cara Membuat:
* Rebus ayam untuk mendapatkan kaldu dan ayam empuk
* Angkat ayam, potong kotak kecil2
* haluskan bawang putih+merica+garam, tumis
* Didihkan kaldu, masukkan bumbu+potongan ayam
* masukkan wortel, jagung, kembang kol
* Tambahkan gula pasir secukupnya (ini untuk buat rasa gurih2)
* Masukkan daun bawang+sledri
* Setelah sayuran empuk, angkat. Boleh ditaburi bawang goreng.

sop bakso tahu
















Bahan:
1 sdm minyak goreng
1 sdt minyak wijen
2 cm jahe, memarkan
3 siung bawang putih, cincang halus
2 liter kaldu ayam
1 ikat sawi hijau, potong-potong
garam dan merica secukupnya Bahan bakso tahu:
1 buah tahu putih besar, haluskan
100 gr udang cincang
1 sdm tepung sagu
1 butir telur
6 butir telur puyuh, rebus matang dan kupas
garam, merica dan vetsin secukupnya
Taburan : irisan daun bawang dan irisan seledri
Cara Membuat:
Bakso tahu : campur tahu dengan udang, sagu, telur, garam, merica, dan gula pasir, aduk rata. Ambil satu telur puyuh dan bungkus rata dengan adonan bakso. Taruh dalam pinggan tahan panas yang sudah di olesi minyak dan kukus sampai matang. Angkat
Kuah : Panaskan minyak dan tumis bawang putih hingga harum. Tuangkan ke dalam kaldu ayam, didihkan. Tambahkan minyak wijen, jahe, garam, dan merica. Setelah mendidih,masukkan sawi hijau dan biarkan hingga layu, lalu angkat. Siapkan mangkuk, tata tahu, beri kuah dan taburi irisan daun bawang dan seledri

sop konro



















Bahan:
1 kg iga sapi, iris menurut ruas
2 ltr air
3 cm kayu manis
3 btr cengkeh
3 cm lengkuas memarkan
2 lbr daun salam
2 sdm air asam jawa
3 sdm minyak untuk menumis
5 btr bawang merah, iris halus
garam Haluskan:
5 btr bawang merah
3 siung bawang putih
1 sdt merica bulat
½ sdt pala
2 sdm kluwek
50 gr kacang merah rebus
garam
Cara membuatnya:
Rebus iga dengan kayumanis, lengkuas, cengkeh, salam, air asam dan garam hingga empuk. Tumis irisan bawang merah dan bumbu halus hingga harum dan masukkan kedalam kaldu iga. Masak hingga mendidih dan sajikan panas dengan sambal terasi.

sop telur puyuh



















Bahan:
15 butir telur puyuh, rebus matang dan kupas
2 butir bawang merah, iris halus
2 siung bawang putih, iris halus
1 btg daun bawang, iris serong
1 btg seledri, iris halus
50 gr bawang bombay, iris memanjang tipis
2 bh wortel, kupas dan iris bulat tipis
1 liter kaldu ayam
garam dan merica Cara membuatnya:
Goreng telur puyuh rebus dan sisihkan. Tumis bawang merah dan putih di minyak sisa menggoreng telur hingga harum. Masukkan kembali telur dan tambahkan sayurannya. Aduk hingga rata. Masukkan kaldu ayam, dan beri garam dan merica. Masak hingga kuah mendidih dan angkat.

timlo solo















Bahan:
200 gr daging ayam direbus, potong dadu
10 bh bakso ikan potong serasi
10 bh telur puyuh direbus, dikupas kulitnya
50 gr bunga sedap malam direndam air panas
50 gr jamur kuping direndam air panas
50 gr kembang tahu direndam air panas
50 gr wortel potong bulat tipis
75 gr soun, rendam air panas
1500 ml air kaldu ayam Haluskan:
8 bh bawang merah
5 siung bawang putih
1 sdt garam
1 sdt bubuk merica
1 1/2 sdm kecap manis
Taburan:
25 gr daun seledri, dirajang
25 gr bawang goreng
Cara membuatnya:
Tumis bumbu yang dihaluskan hingga benar-benar harum dan matang kemudian tambahkan kaldu ayam dan garam,didihkan. Masukkan wortel, sedap malam, jamur kuping, kembang tahu, ayam, bakso, kecilkan api. Teruskan memasak hingga wortel matang. Tambahkan kecap manis, soun dan telur puyuh, aduk rata,sajikan panaspanas.

sop bola daging



















Bahan bola:
-200 gram daging sapi giling
-1/4 sendok teh garam
-1/4 sendok teh lada bubuk
-1/4 sendok teh pala bubuk
-5 siung bawang putih, memarkan, goreng
-2 tangkai seledri, ikat
-150 gram kembang kol, potong kuntum
-1 buah wortel, iris-iris
-50 gram kapri
-1/2 sendok teh kaldu sapi bubuk
-1.000 cc air
-1/4 sendok teh pala bubuk
-2 sendok teh garam
-1/2 sendok teh lada bubuk
-1/2 sendok teh penyedap rasa, jika menyukai
-2 lembar jamur kuping, rendam, potong-potong
-1 batang daun bawang, poong 1 cm
-50 gram soun, rendam Cara membuat:
1.Daging giling, garam, lada, pala bubuk. Aduk-aduk hingga, bentuk bola.
2.SUP: rebus air, seledri, bawang putih goreng. Masukkan bola daging, masak hingga terapung.
3.Masukkan kembang kol, wortel, kapri. Masak hingga matang. Tambahkan kaldu sapi, garam, lada, pala penyedap rasa. Masak hingga mendidih.
4.Tambahkan jamur kuping, daun bawang, soun. Aduk rata.
5.Hidangkan
Untuk 5 porsi

sayur campur




















Bahan:
· 3 sdm minyak untuk menumis
· 250 gram udang, dibuang kulitnya (bisa dihilangkan kalau tidak mau)
· 250 gram mi (telor) basah, dicuci, tiriskan
· 150 gram kol, diiris 1 cm, direbus, ditiriskan
· 150 gram taoge, dibuang akarnya, diseduh dengan air mendidih, tiriskan
· 3 potong tahu dipotong persegi panjang ukuran 1 x 6 x 6cm, digoreng sampai kuning, tiriskan, lalu dipotong lagi menjadi 3 bagian.
· 2 batang daun bawang, diiris tipis
· 2 batang daun seledri, diiris tipis
· 2 sdm bawang goreng Bumbu yang dihaluskan:
· 3 siung bawang putih
· 1 sdt merica bulat
· garam secukupnya
Kuah:
· Rebus sampai mendidih 1 liter kaldu (ayam/sapi)
· 5-6 sdm kecap manis
· ¼ sdt gula/bumbu penyedap

mie kangkung





















Bahan:
· 1 sdm margarine
· 1 batang daun bawang, diiris tipis
· ½ ekor daging ayam rebus, disuwir-suwir
· ½ sdt gula pasir untuk penyedap
· 2 sdm kecap asin
· 2 sdm kecap manis
· 1 sdm arak/sherry
· 1 sdt minyak wijen
· 1½ sminyak wijen
· 1½ sdm tepung kanji
· 300 gram mi telur basah, disiram air and ditiriskan
· 100 gram daun kangkung yang sudah disiangi
· 12 butir telur puyuh rebus
Bumbu yang dihaluskan:
· 50 gram udang kering/juhi kering, direndam air mendidih lalu dihaluskan
· 6 butir bawang merah
· 3 siung bawang putih
· 1 sdt merica
· garam secukupnya
Cara Membuat:
· Panaskan margarine, tumis bumbu yang sudah dihaluskan dan daun bawang sampai baunya harum lalu masukkan ke dalam kaldu. Masak di atas api sedang sampai mendidin lalu masukkan daging ayam, gula, kecap asin, kecap manis, arak dan minyak wijen.
· Setelah mendidih lagi dan sebelum diangkat, masukkan tepung kanji yang telah dicampur dengan sedikit air. Aduk sampai saus mengental.
· Tuangkan saus ini panas-panas ke atas mi, kangkung dan telur
puyuh yang sudan diatur di dalam sebuah mangkuk.
Untuk 6 orang.

mie baso




















Bahan:
· 1½ liter kaldu ayam
· merica secukupnya
· garam secukupnya
· ¼ sdt gula pasir untuk penyedap
· 30 butir baso daging sapi
· 300 gram caisim
· 500 gram mi telur basah, disiram air dan ditiriskan
· 6 sdm minyak babi/ayam
· 6 sdm kecap asin
· 50 gram tongcai
· 2 batang daun bawang, diiris tipis
· 2 batang seledri, diiris tipis Cara Membuat:
· Jerangkan kaldu di atas api lalu masukkan merica, garam dan gula. Setelah mendidih, masukkan baso.
· Siangi caisim, ambil daun dan batangnya yang muda lalu seduh dengan air mendidih selama 5 menit dan tiriskan.
· Campur mi dengan minyak babi/minyak ayam, aduk sampai rata kemudian bagi jadi 6 bagian.
· Hidangkan caisim dalam mangkuk secukupnya, masukkan mi, bubuhkan sesendok kecap asin, tongcai, daun bawang dan daun seledri secukupnya.
· Tuangi kaldu dan taruhi beberapa butir baso dalam setiap mangkuk.
· Hidangkan panas-panas dengan sambal lampung.
Untuk 6 orang.

bakwan cumi bumbu kunyit




















Bahan-Bahan :
150 gram cumi, potong bulat tipis
3 sendok makan tepung terigu
3 lembar daun mangkokan, iris tipis
3/4 sendok teh garam
Bumbu halus :
4 butir bawang merah
1 siung bawang putih
1/2 sendok teh ketumbar
2 buah cabai merah
2 cm kunyit
Minyak untuk menggoreng Cara Mengolah :
1. Aduk cumi dengan tepung terigu, daun mangkokan, dan garam.
2. Masukkan bumbu halus.
3. Aduk rata, lalu sendokkan sedikit demi sedikit ke minyak panas.
4. Goreng sampai kering dan matang

cumi panggang kecap



















Bahan:
750 g cumi-cumi besar
1 sdm minyak sayur Bumbu perendam:
75 ml kaldu
4 sdm kecap Jepang
1 sdm kecap manis
2 sdm saus tiram
1 sdm saus BBQ
1 sdt arak masak / white wine
1 sdt bawang putih parut
2 sdt jahe parut
garam dan merica secukupnya
Taburan: 4 batang kucai, iris kasar
Cara membuat:
1. Kupas kulit ari cumi, buang kantong tintanya. Cuci bersih lalu tiriskan.
2. Kerat-kerat melintang kedua sisi badan cumi.
3. Campur semua bahan bumbu perendam dan aduk rata.
4. Masukkan cumi-cumi kedalamnya dan biarkan selama kurang lebih 4 jam. Adukaduk sesekali.
5. Panaskan minyak dalam wajan dan masukkan cumi berikut perendamnya.
6. Masak dengan api sedang hingga cumi masak. Angkat dan taburi daun kucai diatasnya.

Rabu, 12 Mei 2010

cumi goreng tepung



















Bahan:
200 gr cumi, bersihkan kulitnya dan potong-potong membentuk ring
½ sdt garam halus
½ sdt merica bubuk
2 butir telur ayam, kocok lepas
150 gr tepung roti putih kasar
Tepung terigu secukupnya
Minyak goreng untuk menggoreng Saus :
2 sdm mayonaise
½ sdm saus tomat
Cara Membuat :
1. Campurkan cumi-cumi dengan merica, garam dan tepung terigu.
2. Lalu celupkan ke dalam kocokan telur lalu gulingkan cumi tadi ke atas tepung roti.
3. Diamkan sekitar 10 menit.
4. Kemudian goreng dalam minyak panas sampai berwarna kuning kecoklatan dan masak. Tiriskan.
5. Untuk sausnya, campurkan mayonaise dengan saus tomat.

cumi bumbu daun kemangi



















Bahan:
1/2 kg cumi putih kecil
1 sdm air jeruk nipis
1/2 sdt garam
3 sdm daun kemangi, iris kasar
2 cabai merah, iris halus
gula pasir sesuai selera
3 sdm minyak goreng Bumbu yang dihaluskan:
5 cabai merah
1 sdm irisan serai
4 butir kemiri
½ sdt terasi
1 sdt ketumbar sangrai
1 sdt jahe halus
4 siung bawang putih
1 sdt asam
6 buah bawang merah
Cara Membuat:
1. Kupas kulit luar cumi sampai bersih, lalu cabut tulang punggungnya (transparan) dari dalam badannya.
2. Cuci bersih lalu tiriskan.Bersihkan bagian kepala cumi, buang mata dan batu yang ada di tengah kepalanya.
3. Masukkan kepala cumi ke dalam badan yang sudah dibersihkan.
4. Lumuri dengan air jeruk nipis dan ½ sdt garam. Biarkan 10 menit.
5. Panaskan minyak goreng dengan api sedang.
6. Tumis bumbu yang sudah dihaluskan sampai harum lalu masukkan cumi, tumis sampai cumi menjadi kaku lalu tambahkan 100 air.
7. Masak dengan api kecil sampai matang.
8. Terakhir masukkan irisan cabai dan daun kemangi. Aduk rata sampai kemangi menjadi layu.
9. Bubuhkan garam dan gula sesuai dengan selera. Angkat, siap dihidangkan.
Untuk 4-5 orang.

cumi masak petai



















Bahan:
500 gram cumi yang masih berkulit, dipotong-potong, kantung tinta jangan dibuang
30 mata petai
5 buah cabai merah
8 butir bawang merah
1 buah tomat
1 sendok teh terasi
1 sendok teh asam
20 buah cabai rawit merah utuh
garam dan gula pasir secukupnya
2 buah jeruk limo, diambil airnya Cara Membuat:
1. Haluskan cabai merah, bawang merah, tomat, terasi. Setelah lumat, tambahkan asam. Haluskan kembali.
2. Tumis sampai harum. Tambahkan cumi. Aduk rata. Bubuhi cabai rawit, garam, gula pasir.
3. Setelah akan diangkat, tambahkan jeruk limo. Aduk lalu angkat