Senin, 16 November 2009

TUGAS KONSEP BASIS DATA

KONSEP DAN KEKANGAN DALAM BASIS DATA



















Di susun oleh:
Andi Jehan Alhasan : 08.05.2884
Sumarni : 08.05.2939
Nurmila : 08.08.2951







JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI AKPRIND
YOGYAKARTA
2009



KATA PENGANTAR



Basis data ada tempat penyimpanan file data. sebagai file data, suatu basis data tidak menyajikan informasi secara langsung kepada pengguna. Pengguna har us menjalankan aplikasi untuk mengakses data dari basis data dan menyajikannya dalam bentuk yang bisa dimengerti.

Langkah yang paling penting dalam perancanganbasis data adalah menetapkan masalah sebagai tujuan atau sasaran basis data. Hal itu penting untuk membedakan antara basis ndata yang di gunakan dan jenis informasi yang perlu di simpan.

Penulis menyadari makalah ini masih jauh dari sempurna, demi penyempurnaan makalah ini, penulis mengharapkan kritik, saran dan masukan dari pembaca.
Akhir kata wassalamualikum w.r.w.b






Yogyakarta oktober 2009
Penulis


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
BAB II PEMBAHASAN
I. PENGERTIAN BASIS DATA
II. TUJUAN BASIS DATA
III. MANFAAT BASIS DATA
IV. KERANGKAPAN DATA
V. DATA TIDAK KONSISTEN
VI. DATA TERISOLIR
VII. KEAMANAN DATA
VIII. INTEGRITAS DATA
KESIMPULAN


BAB I
PENDAHULUAN
Aktivitas kehidupan kita sehari-hari selalu akan berhubungan dengan apa yang dinamakan data. Data-data tersebut ada di setiap sisi kehidupan kita dan dengan data tersebut kita akan melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupan. Agar data-data tersebut bisa dimanfaatkan maka harus diorganisir dalam suatu basis data yang bertujuan agar data tersebut dapat memberikan informasi tertentu yang bisa kita manfaatkan. Cara penyajian informasinya pun bermacam-macam, bisa dalam bentuk teks, grafik, suara, diagram, gambar, dan lain-lain.
Bagi sebuah perusahaan atau organisasi, informasi merupakan aset yang sangat penting. Dengan informasi ini akan diketahui perkembangan perusahaan sehingga bisa diprediksi langkah-langkah yang harus dilakukan untuk meningkatkan kualitas. Berbagai permasalahan juga bisa diketahui dari informasi yang diberikan oleh suatu data dan berdasarkan informasi itu juga dapat diperoleh penyelasaian dari permasalahan yang dihadapi.
Untuk mendapatkan informasi yang tepat (sesuai dengan yang dibutuhkan) sangat tergantung dari kualitas data yang membentuk informasi dan proses pengolahan datanya. Kualitas dari suatu data sangat bergantung dari pihak yang menggunakan data tersebut untuk mendapatkan suatu informasi, bisa saja dari data yang sama akan memberikan informasi yang berbeda pada pihak yang berbeda. Pihak yang terpenuhi kebutuhannya merasa bahwa data yang diperoleh sangat berkualitas tetapi pihak lain mungkin merasa data tersebut kurang berkualitas karena informasi yang diberikan kurang atau tidak sesuai. Pengolahan data untuk mendapatkan informasi pun masih dipengaruhi oleh beberapa hal :
•Hardware, yaitu alat-alat yang digunakan untuk membantu dalam mengolah data. Dalam hal ini yang dimaksud adalah komputer beserta dengan perangkat-perangkat pendukungnya.
• Software, yaitu perangkat lunak yang digunakan untuk hardware/komputer, meliputi : Operating System, Program Aplikasi baik yang dijual dipasaran maupun yang kita buat sendiri, dan DBMS (Database Management System). Tentu saja untuk pelaksana dari pengolahan data adalah manusia yang dibantu oleh kedua hal di atas.








BAB II
PEMBAHASAN

I. PENGERTIAN BASIS DATA & SISTEM BASIS DATA

Basis data adalah suatu kumpulan data terhubung (interrelated data) yang tersimpan secara bersama-sama pada suatu media, tanpa mengatap satu sama lain atau tidak perlu suatu kerangkapan data (controlled redundancy) dengan cara-cara tertentu sehingga mudah untuk digunakan atau ditampilkan kembali; dapat digunakan oleh satu atau lebih program aplikasi secara optimal; data disimpan tanpa mengalami ketergantungan pada program yang akan mengguanakannya; data disimpan sedemikian rupa sehinga penambahan, pengambilan dan modifikasi data dapat dilakukan dengan mudah dan terkontrol.
Dari pengertian tersebut diatas maka sapat disimpulkan bahwa basis data mempunyai beberapa kriteria yang penting yaitu:
1. Bersifat data oriented dan bukan program oriented.
2. Dapat digunakan oleh beberapa program aplikasi tanpa perlu mengubah basis datanya. 3. Dapat berkembang dengan mudah, baik volume maupun strukturnya.
4.Dapat memenuhi kebutuhan sistem-sistem baru secara mudah.
5.Dapat digunakan denagn cara-cara yang berbeda.
6.Kerangkapan data (data redundancy) minimal.
Keenam kriteria diatas telah membedakan secara nyata atau jelas antara file basis data dan file tradisional yang bersifat program oriented, yaitu hanya dapat digunakan oleh suatu

program aplikasi; berhubungan dengan suatu persoalan tertentu untuk sistem yang direncanakan; perkembangan data hanya mungkin terjadi pada volume data saja; kerangkapan data terlalu sering muncul atau tidak terkontrol; dan hanya dapat digunakan dengan cara tertentu saja.
Selanjutnya James F. Courteney Jr. dan David B. Paradice, dalam bukunya yang berjudul
“Database System for Management”, memberikan defenisi tentang sistem basisdata Sebagai berikut :
Are integerated collections of data bases along with user who share the data bases, personnel who design and manage and computer sistem to support them
Dari pegertian tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa sistem basis data adalah
sekumpulan basis data dengan para pemakai yang menggunakan basis data secara bersama- sama, personal-personal yang merancang dan megelolah basis data, teknik-teknik untuk merancang dan mengelolah basis data, serta sistem komputer yang mendukungnya.
Daripengertian tersebut dapat disimpulkan pula bahwa sistem basis data mempunyai beberapaelemen penting yaitu basis data sebagai inti dari sistem basis data, perangkat lunak untuk mengelolah basis data, perangkat keras sebagai pendukung operasi pengolahan data serta manusia yang memmpunyai peran penting dalam sistem tersebut.
II. TUJUAN BASIS DATA
Sebagaimana usaha-usaha pada bidang yang lainnya, perancangan dan penyusunan basis data juga mempunyai tujuan. Dalam beberapa literatur, tujuan basis data telah dirincikan
dengan cara yang berbeda-beda, namun demikian pada prinsipnya hampir sama. Perbedaan tersebut terlihat pada kedalaman rincian. Dengan demikian, rincian tujuan basis data bisa jadi akan berlainan dalam literatur yang satu dengan lainnya.
James Martin (1975) membedakan tujuan basis data menjadi dua kelompok, yaitu tujuan primer dan tujuan sekunder. Tujuan primer dimaksudkan sebagai tujuan utama yang ingin dicapai dalam usaha perancangan dan pengembangan basis data. Sedangkan tujuan sekunder merupakan tujuan tambahan yang dimaksudkan untuk mencapai tujuan primer.
Pembahasan pada bagian berikut ini akan meninjau tentang rincian pada tujuan primer dan tujuan sekunder tersebut.
1. Tujuan Primer Basis Data
Tujuan primer atau tujuan utama basis data dapat dirincikan menjadi 14 item, yaitu
sebagai berikut :
a. Data-data dalam basis data dapat digunakan oleh banyak pemakai
Artinya bahwa data-data yang disimpan dalam basis data harus mempunyai kemampuan yang cukup luas dalam perwujudan kerelasian di antara item-item data dari banyak file data, sehingga pemakai yang berbeda-beda atau program-program aplikasi yang berbeda dapat menggunakan basis data yang sama dengan cara yang berbeda-beda
b. Menjaga investasi intelektual
Artinya bahwa program-program aplikasi dan struktur data logik yang telah ada pada saat ini tidak perlu dibuat / dikerjakan kembali ketika terjadi perubahan- perubahan pada basis data. Berbagai kebutuhan baru dapat dipenuhi dari data yang telah tersedia saat ini. Kalaupun diperlukan maka data-data baru dapat diintegrasikan dengan mudah dengan data yang tersedia, sehingga investasi intelektual yang dicurahkan sebelumnya akan tetap terjaga
c. Penekanan biaya
Penekanan biaya yang dimaksud di sini adalah berkaitan dengan tiga hal, yaitu biaya penyimpanan, biaya penggunaan data, dan tingginya biaya ketika membuat perubahan-perubahan basis data.
d. Menghilangkan proliferasi
Konsep basis data adalah menyediakan basis data untuk memenuhi semua kebutuhan para pemakai pada semua level manajemen dan pada semua fungsi organisatoris.
e. Unjuk kerja (performance)
Kebutuhan-kebutuhan informasi akan terpenuhi dengan cepat, tepat, mudah, dan akurat bersumber pada data-data dalam basis data. Dampak yang terjadi adalah peningkatan unjuk kerja sistem secara keseluruhan.
f. Kejelasan (clarity)
Kejelasan basis data khususnya bagi para pemakai sangat penting. Setiap pemakai harus dapat mengetahui dengan jelas tentang data apa saja yang tersedia dan dapat diakses olehnya.
g. .Kemudahan pemakaian
Tujuan ini dimaksudkan bahwa para pemakai dapat mengakses data-data dalam basis data dengan cara-cara yang mudah menggunakan program aplikasi maupun sistem pengelolaan basis data (Data Base Management Systems / DBMS).
h. Fleksibilitas penggunaan (flexibility)
Fleksibilitas cara mengakses data dari dalam basis data diperlukan dalam rangka meningkatkan efisiensi dan efektifitas unjuk kerja basis data.
i. Kebutuhan data yang tidak terantisipasi dapat dipenuhi dengan cepat
Selain untuk memenuhi tujuan fleksibilitas penggunaan, bahasa query dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan kebutuhan informasi yang mendadak yang harus dipenuhi secara cepat, tetapi belum tersedia program aplikasinya. Bahasa query mampu mengambil data secara langsung dengan hahasa yang familiar dan mudah digunakan
j. Perubahan yang mudah
Tujuan ini dimaksudkan bahwa basis data dapat berubah tanpa mempengaruhi cara-cara untuk menggunakan data. Perubahan basis data dapat terjadi karena perubahan aturan dalam sistem, perubahan realita lapangan yang mempengaruhi basis data, perubahan di luar kebiasaan, atau mungkin perubahan-perubahan lain yang tidak dapat diantisipasi.
k. Akurasi (accuracy) dan konsistensi (consistency)
Akurasi data di dalam basis data merupakan aspek penting yang berkaitan dengan penerapan pengendalian dalam sistem secara keseluruhan. Pengendalian terhadap akurasi data dalam basis data dapat dilakukan sejak proses penangkapan data hingga menampilkan informasi dan distribusi. Sedangkan konsistensi data dalam basis data dapat umumnya dapat terjaga apabila basis data terbebas dari kerangkapan data dan disediakan sistem pengendalian.
l. Privasi (privacy)
Data-data dalam basis data merupakan sumber informasi yang bersifat sangat penting dan rahasia. Oleh karena itu, data-data tersebut harus dijaga dari berbagai hal yang kemungkinan dapat mengacaukan atau merusak data. Privasi dimaksudkan sebagai pembatasan kewenangan akses data dalam basis data untuk mencegah dan melindungi basis data dari penggunaan oleh orang-orang yang tidak berwenang / berhak dan pengubahan yang tidak dikehendaki.
m. Keamanan (security)
Keamanan basis data merupakan suatu mekanisme sistem untuk mencegah dan melindungi basis data kehilangan akibat kerusakan pada fisik media penyimpan, kebakaran, banjir, badai, huru-hara, dan lain-lain. Sistem keamanan basis data dapat dilakukan secara fisik maupun prosedural.
n. Ketersediaan (availability)
Kebutuhan informasi dari para pemakai umumnya dapat terjadi secara rutin atau secara tiba-tiba. Sistem aplikasi untuk basis data seharusnya dirancang agar mampu mengantisipasi kebutuhan-kebutuhan tersebut semaksimal mungkin. Namun yang lebih penting adalah kelengkapan data dalam basis data dan kemudahan akses data dari dalam basis data. Sehingga data-data dalam basis data akan selalu siap diakses setiap saat, dengan cara yang berbeda-beda.
2. Tujuan Sekunder Basis Data
a. Kebebasan data secara fisik (physical data independency)
Tujuan ini dimaksudkan bahwa perubahan teknis penyimpanan data tidak perlu menuliskan program aplikasi kembali dan tidak mengakibatkan perubahan schema basis data.
b. Kebebasan data secara logika (logical data independency)
Tujuan ini dimaksudkan bahwa perubahan kebutuhan data dan informasi dari para
pemakai dapat terjadi dengan mudah tanpa harus mengubah program aplikasi dan
skema basis data.
c. Pengendalian atau minimalisasi kerangkapan (data redundancy)
Kerangkapan data merupakan pangkal dari sebagian besar permasalahan yang muncul dalam pengolahan data. Oleh karena itu, kerangkapan data harus dihindari dalam basis data. Namun demikian, karena alasan teknis, seringkali kerangkapan data terpaksa masih diperlukan. Jika demikian, maka yang dapat dilakukan adalah meminimalkan kerangkapan tersebut.
d. Kecepatan akses
Kecepatan akses merupakan faktor penting dalam basis data. Efisiensi akses data dari media penyimpan sangat bergantung pada metode penyimpanan dan metode akses data dalam berkas. Metode penyimpanan dan metode akses bergantung pada media penyimpan yang digunakan. Kesesuaian kebutuhan akses data dan media yang digunakan merupakan faktor penentu kecepatan akses.
e. Kecepatan pencarian
Kecapatan akses data dari dalam basis data sangta ditentuakn oleh kecepatan proses pencarian data. Pemilihan metode akses yang tepat akan menjadi sangat penting untuk diperhatikan oleh para perancang basis data.
f. Standarisasi data
Jika data tersebar dalam beberapa file dalam format yang tidak standar, maka ini akan menyulitkan dalam menulis program aplikasi untuk mengambil dan menyimpan data. Untuk kepentingan ini, maka standarisasi data menjadi factor penting. Data-data dalam basis data harus dibuat dalam format yang standar. Lebih jauh, standarisasi data juga harus dilakukan hingga penulisan nilai-nilai rinci data yang disimpan. Setiap susbsistem pengoalahn data dalam organisasi harus bersepakat untuk menggunakan definisi dan format data.
g. Tersedianya kamus data
Kamus data (Data Dictionary / DD) menunjukkan definisi struktur data dalam basis data. Kamus data diperlukan sebagai sarana untuk standarisasi data, acuan pengembangan program aplikasi, dan sekaligus sebagai dokumentasi sistem yang diperlukan pada saat pemeliharaan basis data.
h. Antarmuka pemrogram tingkat tinggi
Dalam aplikasi, perancang harus menyediakan suatu rancangan dialog tampilan monitor yang mudah dioperasikan dan selalu memberikan umpan balik (feed back) bagi para pemakainya. Fungsi bantuan (help) yang bersifat online di dalam program aplikasi juga memberikan bantuan yang berartibagi para pemakai untuk dapat mengakses data dalam basis data. Tujuan ini dimaksudkan bahwa basis data harus menyediakan antarmuka yang sederhana bagi para pemrogram aplikasi.
i. Bahasa end-user
Basis data harus mengijinkan para pemakai untuk menggunakan bahasa end user (query dan report generator) sebagai sarana yang cepat dan memudahkan para pemakai dalam mengembangkan program aplikasinya sesuai kebutuhannya sendiri. Berdasarkan tingkat pengetahuan tentang kompuiter, para pemakai akhir dapat dikelompokkan menjadi empat, yaitu:
• Pemakai akhir tingkat menu (menu level end users), yaitu para pemakai yang tidak mampu menciptakan perangkat lunak mereka sendiri, tetapi dapat berkomunikasi dengan paket perangkat lunak jadi (prewritten software), misal Lotus, dbase, Wordperfect, dll.
• Pemakai akhir tingkat perintah (command level end users), yaitu para pemakai akhir yang mampu menggunakan bahasa perintah dari paket perangkat lunak jadi untuk operasi aritmatika dan logika pada data yang tidak mungkin dilakukan melalui menu.
• Pemrogram pemakai akhir (end use programmers), yaitu pemakai akhir yang mampu mengembangkan program - program aplikasi mereka sendiri sesuai dengan kerbutuhannya.
• Personil pendukung keputusan (functional support personnel), yaitu para spesialis informasi dalam arti sesungguhnya yang mempunyai dedikasi pada area pemakai tertentu dan melapor pada manajer fungsional mereka.
j. Pengendalian integritas (integrity)
Basis data berisi file-file yang saling berhubungan. Permasalahan utamanya adalah bagaimana hubungan antar file itu terjadi. Meskipun secara logika kita mengetahui bahwa file A berkaitan dengan file B, namun secara teknis maka harus ada kunci yang menghubungkan kedua file tersebut. Dalam kaitan ini maka diperlukan adanya suatu batasan integritas yang menjamin bahwa hubungan di antara kedua file tersebut dapat dipastikan kebenarannya.
k. Kecepatan pemulihan kembali dari kerusakan (fast recovery from failuries)
Pembuatan basis data cadangan (back up) merupakan salah satu cara efektif yang perlu dilakukan secara rutin dan tersistem. Data cadangan tersebut dapat digunakan untuk pemulihan kembali (recovery) seandainya kerusakan benar-benar terjadi.
l. Kemampuan perubahan untuk penyesuaian (tuning)
Rancangan basis data yang benar memungkinkan untuk penyesuaian dengan cepat dan mudah.


m. .Perancangan dan pengawasan alat-alat
Basis data harus mengijinkan perancang dan pengelola basis data (Data Base Adinistrator / DBA) untuk merencanakan dan mengoptimalkan unjuk kerja berbagai alat bantu yang digunakan.
n. Pengorganisasian kembali atau migrasi data dapat dilakukan secara otomatis Proses migrasi data ini semestinya dapat dilakukan secara otomatis menggunakan layanan yang disediakan oleh DBMS dan sistem operasi komputer. Migrasi data harus dijamin tidak mengakibatkan kehilangan atau kerusakan data selama proses tersebut dilaksanakan.
III. MANFAAT BASIS DATA
Penyusunan satu basis data digunakan untuk mengatasi permasalahan-permasalahan pada saat pengolahan data. Basis data yang dikembangkan dengan benar, sesuai dengan baasan / kaidah basis data akan memberikan beberapa manfaat, yaitu:
1. Kerangkapan data dapat diminimalkan
Jika file-file basis data dalam program aplikasi diciptakan oleh perancang yang berbeda pada waktu yang berselang cukup lama, maka beberapa bagian data akan mengalami kerangkapan. Pengembangan basis data yang sesuai dengan definisi basis data di muka akan menghindari terjadinya kerangkapan data.
2. Inkonsistensi data dapat dihindari
Basis data yang terbebas dari kerangkapan data akan terhindar dari munculnya data- data yang tidak konsistens.
3. Data dalam basis data dapat digunakan secara bersama (multiuser)
Dalam rangka meningkatkan unjuk kerja sistem dan untuk memperoleh respons waktu yang cepat, beberapa sistem mengijinkan banyak pemakai untuk dapat meng-update data secara simultan. Salah satu alasan mengapa basis data dibangun karena nantinya data tersebut akan digunakan oleh banyak pemakai, baik secara bersamaan maupun dalam waktu yang berbeda, atau akan diakses oleh program-program aplikasi yang berbeda. Semua ini memungkinkan terjadi jika data-data yang diolah tidak tergantung dan menyatu dengan program tetapi terlepas dalam sebuah kelompok data.
4. Standarisasi data dapat dilakukan
Definisi file basis data di dalam kamus data memungkinkan untuk menerapkan standarisasi data dalam basis data.
5. Pembatasan untuk keamanan data dapat diterapkan
Data-data dalam basis data dapat diatur sehingga hanya pemakai tertentu yang menpunyai wewenang saja yang dapat untuk mengaksesnya.
6. Integritas data dapat terpelihara
Integritas berhubungan dengan kendali/kontrol pada semua bagian sistem sehingga sistem selalu beroperasi dalam pengendalian penuh. Masalah integritas berhubungan dengan pengendalian sistem yang dirancang dengan seksama agar sistem tersebut dapat beroperasi sesuai batasan dan aturan yang ditetapkan.
7. Perbedaan kebutuhan data dapat diseimbangkan
Setiap pemakai dalam sistem akan memiliki kebutuhan yang berbeda-beda. Pengembangan basis data yang benar akan mampu menyeimbangkan perbedaan- perbedaan kebutuhan tersebut, karena secara konseptual akan menggunakan basis data yang sama.
IV. KERANGKAPAN DATA (DATA REDUNDANCY)
Kerangkapan data (data redundancy), adalah munculnya data-data yang secara berlimpah/berulang kali pada file basis data yang semestinya tidak diperlukan. Kerangkapan data dalam basis data perlu dihindari (paling tidak harus diminimalkan) karena beberapa alasan, yaitu:
• Pemborosan media penyimpanan basis data
• Biaya penyimpanan yang semakin besar
• Kesulitan / inefisiensi dalam pengolahan data
• Pemborosan waktu dalam pengolahan data
• Semakin besar kemungkinan muncul data tidak konsisten
Kejadian kerangkapan data dapat terjadi pada dua kemungkinan, yaitu:
Kerangkapan data harus dihindari dalam perancangan basis data. Untuk menghindari kerangkapan data dapat dilakukan dengan cara mengubah struktur file, yaitu memecah file menjadi 2 buah file baru. Pemecahan file ini harus tetap memenuhi definisi basis data, yaitu data-data harus tetap berhubungan. Dengan demikian, agar kedua file baru yang terbentuk tersebut dapat tetap saling berhubungan, maka diperlukan kolom yang dapat menghubungkan antara keduanya (kolom ini disebut sebagai kunci penghubung),


V. .DATA TIDAK KONSISTEN (DATA INCONSISTENCY)
Data tidak konsisten (data inconsistency) adalah munculnya data yang tidak konsisten
pada medan / kolom yang sama dalam satu atau beberapa file data yang dihubungkan /
direlasikan. Data tidak konsisten dapat terjadi diakibatkan oleh:
• Proses pemasukan data (data entry) yang tidak benar
• Proses pembaharuan data (update) yang tidak benar
• Pengendalian sistem yang tidak baik / terkontrol
Sekalipun demikian, penyebab utama munculnya data tidak konsisten adalah akibat munculnya kerangkapan data dalam file. Oleh karena itu, contoh data tidak konsisten dapat diberikan dalam file yang mengalami kerangkapan data. Basis data harus terbebas dari data tidak konsisten karena akan mengakibatkan kesalahan fatal pada informasi yang dihasilkan dari pengolahan data dalam basis data karena tidak sesuai dengan fakta yang ada. Sebagaimana dalam kerangkapan data, kejadian data tidak konsisten juga dapat terjadi pada dua kemungkinan, yaitu:
1. Data Tidak Konsisten Dalam Satu File
Data tidak konsisten dalam 1 file, terjadi jika kemunculan data tidak konsisten terjadi pada 1 file (yang mengalami kerangkapan data).
Inkonsistensi ini akan mengakibatka kesalahan informasi hasil pengolahan data.

VI. DATA TERISOLASI
Data terisolasi disebabkan oleh pemakaian beberapa file basis data dimana program aplikasi tidak dapat mengakses data-data dari file tertentu, kecuali bila program aplikasi diubah /ditambah, sehingga seolah-olah ada file yang terpisah / terisolasi terhadap file yang lain dalam basis data. Data terisolasi harus dihindari karena akan mengakibatkan tidak lengkapnya informasi yang dihasilkan dari pengolahan data dalam basis data. Sedangkan kita tahu bahwa nilai informasi sangat ditentukan oleh sifat luas dan kelengkapannya (lihat Bab I tentang nilai informasi).
Dengan demikian, data terisolasi akan mengakibatkan informasi hasil pengolahan data- data dalam basis data menjadi tidak ada nilainya, karena tidak lengkap Data terisolasi dapat terjadi akibat:
• Tidak adanya kemungkinan untuk menghubungkan antar data dalam file
• Tidak adanya standarisasi data (berkaitan dengan domain / format data, meliputi tipe dan ukuran data)

Data terisolasi dapat diatasi dengan cara:
• Menambahkan file baru bertipe transaksi yang berfungsi sebagai penghubung antar data dalam file-file lain yang telah ada
• Menambahkan kolom yang berfungsi sebagai penghubung dengan file-file lain yang telah ada
• Menyesuaikan domain kolom yang berfungsi untukmenghubungkan antar file
VII KEAMANAN DATA
Keamanan data (data security) merupakan aspek kritis dalam basis data. Prinsip dasar dari keamanan data dalam basis data adalah bahwa data-data dalam basis data merupakan sumber informasi yang bersifat sangat penting dan rahasia. Oleh karena itu, data-data tersebut harus dijaga dari berbagai hal yang kemungkinan dapat mengacaukan atau merusak data Aspek keamanan basis data meliputi:
1. Recovery, adalah suatu proses menggunakan / mengambil kembali basis data dari media penyimpanan cadangan untuk mengembalikan data pada kondisi yang benar karena terjadi kerusakan / kehilangan data akibat kerusakan media penyimpan, program aplikasi, OS, basis data, hardware, dll.
2. . Integrity, berkaitan dengan unjuk kerja sistem untuk dapat menjaga data-data dalam basis data agar selalu berada dalam berada dalam kondisi yang benar (tipe dan ukuran datanya), up to date (sesuai dengan kondisi aktual), konsisten, dan selalu tersedia (current).
3. Concurency, berkaitan dengan mekanisme pengendalian basis data saat digunakan oleh beberapa pemakai secara bersamaan agar terhindar dari kesalahan-kesalahan akibat beberapa transaksi berbeda yang dilakukan secara bersamaan.
4. Privacy, yaitu dimaksudkan sebagai pembatasan kewenangan akses data dalam basis data untuk mencegah dan melindungi basis data dari penggunaan oleh orang-orang yang tidak berwenang / berhak dan pengubahan yang tidak dikehendaki.
5. Security, adalah suatu mekanisme sistem untuk mencegah dan melindungi basis data kehilangan akibat kerusakan pada fisik media penyimpan, kebakaran, banjir, badai, huru-hara, dll.
VIII. INTEGRITAS DATA (DATA INTEGRITY)
Integritas data (data Integity) berhubungan dengan kinerja sistem agar dapat melakukan kendali / kontrol pada semua bagian sistem. Integritas dimaksudkan sebagai suatu sarana untuk meyakinkan bahwa dat-data yang tersimpan dalam basis data selalu berada dalam kondisi yang benar (tipe dan ukuran datanya), up to date (sesuai dengan kondisi aktual), konsisten, dan selalu tersedia (current). Hal ini merupakan aspek kritis dalam manajemen basis data. Salah satu cara terbaik untuk menjaga integritas data adalah meyakinkan bahwa nilai- nilai data adalah benar sejak masuk pertama kali. Hal ini dapat ditempuh dengan beberapa metode, misalnya mengeset secara seksama prosedur penangkapan data (data capture) yang dilakukan secara manual, atau dengan membuat modul dalam program aplikasi untuk mengecek validitas / keabsahan nilai data pada saat dimasukkan ke dalam mesin (data entry). Integritas data dalam basis data, berhubungan dengan dua aspek, yaitu:
1. Integritas domain (domain integrity)
2. Key constraints, berkaitan dengan dua hal, yaitu integritas entitas (entity integrity) pada kunci primer relasi dan integritas referensial (referential integrity) pada kunci penghubung relasi.











KESIMPULAN

Dari uaraian di atas dapat di simpulkan bahwa basisdata, adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) basis data disebut sistem manajemen basis data (database management system, DBMS). Sistem basis data dipelajari dalam ilmu informasi.
Istilah "basis data" berawal dari ilmu komputer. Meskipun kemudian artinya semakin luas, memasukkan hal-hal di luar bidang elektronika, artikel ini mengenai basis data komputer. Catatan yang mirip dengan basis data sebenarnya sudah ada sebelum revolusi industri yaitu dalam bentuk buku besar, kuitansi dan kumpulan data yang berhubungan dengan bisnis.
Konsep dasar dari basis data adalah kumpulan dari catatan-catatan, atau potongan dari pengetahuan. Sebuah basis data memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di dalamnya: penjelasan ini disebut skema. Skema menggambarkan obyek yang diwakili suatu basis data, dan hubungan di antara obyek tersebut. Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkan struktur basis data: ini dikenal sebagai model basis data atau model data. Model yang umum digunakan sekarang adalah model relasional, yang menurut istilah layman mewakili semua informasi dalam bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan dimana setiap tabel terdiri dari baris dan kolom (definisi yang sebenarnya menggunakan terminologi matematika). Dalam model ini, hubungan antar tabel diwakili denga menggunakan nilai yang sama antar tabel. Model yang lain seperti model hierarkis dan model jaringan menggunakan cara yang lebih eksplisit untuk mewakili hubungan antar tabel.
Istilah basis data mengacu pada koleksi dari data-data yang saling berhubungan, dan perangkat lunaknya seharusnya mengacu sebagaisistem manajemen basis data (database management system/DBMS). Jika konteksnya sudah jelas, banyak administrator dan programer menggunakan istilah basis data untuk kedua arti tersebut.













DAFTAR PUSTAKA

Simarmata, Janner. Perancangan basis data. Andi Yogyakarta
www.google.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar